Menara Pertama Serpong Garden Ludes Saat Peluncuran

Big Banner

Tangserang, mpi-update. Menara pertama proyek Serpong Garden Apartemen terjual habis pada saat peluncuran resmi Minggu, (15/1) setelah calon konsumen membayar nomor urut penjualan atau NUP. Perusahaan pun merencanakan akan segera membuka menara kedua jika peminat masih tinggi.

Proyek Pertama Serpong Garden dibangun PT Harapan Inti Persada Indah bekerjasama dengan Karya Cipta Group. PT Hutama Anugrah Propertindo perushaan patungan kedua pengembang di atas dikembangkan di atas lahan seluas 2,7 ha, Tangerang rencananya terdiri dari empat menara dan akan mulai dibangun pada kuartal II/2017 untuk selanjutnya dilakukan serah terima kunci secara bertahap pada 2020. Proyek ini akan menelan nilai investasi sebesar Rp2 triliun untuk konstruksinya.

Direktur Utama Karya Cipta Group Subianto Satmaka mengatakan menara pertama Menara pertama Cattleya merangkum 1.500 unit yang terdiri dua tipe studio ukuran 20 m2 seharga Rp200 juta dan tipe dua kamar tidur seluas 33 m2 seharga Rp400 juta. Sedangkan menara kedua nanti, Belladona terdiri dari 763 unit dengan dua tipe sama dan dapat dijangkau dengan cicilan Rp2 juta per bulan,” katanya di sela-sela peluncuran Serpong Garden Apartemen, Minggu (15/1).

Subianto menambahkan daya tarik proyek tersebut adalah perikiraan kenaikan nilai investasi masa depan. Apartemen ini dikelilingin kawasan perguruan tinggi tetapi juga pemberhentian moda transportasi umum menuju Ibu Kota. Dipastikan kenaikan penjualan produk akan lebih dari 20% per tahun sedangkan pendapatan sewa bisa mencapai Rp1,5 – Rp3 juta per bulan.

Komisaris Karya Cipta Group Pingki Elka Pangestu mengatakan antusias pembeli terlihat karena apartemen ini memiliki sejumlah keunggulan yang menarik sebagai solusi hunian di segitiga emas Serpong atau investasi yang menjanjikan. Tak jarang pembeli datang dari masyarakat yang tinggal di sekitar Serpong.

Salah satu keunggulan tersebut yakni, lokasi yang tepat berada di sebelah stasiun listrik Cisauk. Serpong Garden Apartemen akan mengusung konsep sebagai hunian berorientasi angkutan atau Transit Oriented Development [TOD].
Pingki menambahkan gagasan pengembangan Serpong Garden Apartment merupakan perwujudan awal dari konsep Integrated Sub Urban Development atau pengembangan pemukiman pinggiran kota terpadu dalam konteks pengembangan metropolitan Jakarta berbasis transportasi. Konsep ini pun dipercaya akan menjadi tren ke depan.

”Dengan terus dikembangkannya double track kereta listrik Jabodetabek, Tigaraksa, sampai Maja maupun juga jalan tol Serpong ke Tigaraksa akan berdampak kepada pola pengembangan permukiman di Kabupaten Tangerang, Banten sehingga akan terbentuk simpul-simpul kegiatan baru di sepanjang koridor infrastruktur ini,” ujar Pingki.
Serpong Garden Apartment akan mengambil 66,26% dari total luasan lahan sebagai ruang terbuka hijau dan hanya menggunakan 26% sebagai bangunan. Apartemen ini akan memiliki empat menara bernama Allamanda, Belladona, Cattleya, dan Dahlia dengan beberapa tahapan masa pengembangan selama lima tahun. Keempat menara diperkirakan akan merangkum hingga 5.000 unit apartemen.

Dilengkapi 25 fasilitas penunjang kehidupan penghuni dan sejumlah fasilitas umum yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitarnya. Di antaranya akan dibangun supermarket, pusat olahraga, pusat bermain anak, pusat hiburan, dan sarana ibadah.

Sementara itu, bagi Karya Cipta Group pembangunan gedung tinggi bukan hal baru. Sejumlah proyek telah dilahirkan antara lain Sudirman 78, Loft Apartments Satu8, East8 at Cibubur, apartemen The Nest, dan Selatan8 Residences.
Sedangkan PT Harapan Inti Persada Indah, merupakan perusahaan properti yang lebih fokus pada pengembangan rumah tapak sejak 1997. Saat ini tercatat perusahaan telah mengembangkan proyek di atas total lahan 80 hektare dengan 3.500 unit rumah dan sudah ditempati sekitar 2.000 kepala keluarga.

mpi-update.com