Mencermati Adu Strategi dan Adu Gengsi BUMN2 Properti

Big Banner

Hingga kini, sedikitnya ada 13 BUMN dan anak usaha BUMN yang tercatat serius menggarap bisnis properti, dengan nilai investasi lebih dari Rp 10 triliun. Bisnis tersebut ada yang memasuki tahap rencana dan sebagian mulai direalisasikan.

Mayoritas dari mereka bermain di segmen perumahan kelas menengah, apartemen serta hotel budget yang memanfaatkan lahan tidak produktif untuk menciptakan pendapatan berkesinambungan (recurring income) bagi perseroan.

Terlepas apapun motif bisnis yang mereka lakukan, keseriusan dan ketangguhan mereka dalam menaklukkan pasar dan bersaing dengan para pengembang yang sarat pengalaman, patut diapresiasi. Maklum selain mempersiapkan modal besar, pekerjaan yang harus mereka lakukan tak sekadar membangun namun juga melakukan perencanaan konsep, master plan, menyeleksi kontraktor, legalitas serta yang paling utama memasarkan produk tersebut dengan cepat.

Memang, tak semuanya bisa digarap sendiri, karena itu tak sedikit yang menggandeng pihak eksternal. Begitupun, konsep produk dan kualitas bangun an hasil besutan mereka pun tak kalah sukses dengan produk yang dikembangkan oleh developer yang sarat pengalaman untuk tidak dikatakan laris manis di pasaran.

Pengamat sekaligus Praktisi properti, Panangian Simanungkalit menuturkan, semakin atraktifnya perusahaan BUMN yang mendiversifikasikan usahanya ke bisnis properti merupakan sebuah langkah yang positif karena akan semakin meramaikan pasar properti tanah air, sehingga persaingan menjadi lebih sehat.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui: https://www.getscoop.com/id/majalah/properti-indonesia lebih praktis dan lebih ekonomis).

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me