Crown Australia Gandeng Jaya Ancol Bangun Proyek Perdana Rp7 Triliun di Pantai Ancol

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Crown Group (Sydney, Australia) mengumumkan kerja sama pembanguan proyek perdana di Indonesia bersama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk di Jakarta, Senin (7/5/2018). Sebelumnya perusahaan properti asing ini banyak mengembangkan proyek properti termasuk hunian di berbagai kota di Australia.

Jajaran direksi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Crown Ancol Indonesia berfoto bersama usai konferensi pers tentang kesepakatan kerja sama kedua pihak untuk pembangunan proyek perdana Crown Group (Australia) di Indonesia. Tampak Iwan Sunito, Komisaris dan Group CEO Crown Group (depan ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk C Paul Tehusijarana (ketiga dari kanan). (Foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Jajaran direksi PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk dan PT Crown Ancol Indonesia berfoto bersama usai konferensi pers tentang kesepakatan kerja sama kedua pihak untuk pembangunan proyek perdana Crown Group (Australia) di Indonesia. Tampak Iwan Sunito, Komisaris dan Group CEO Crown Group (depan ketiga dari kiri) dan Direktur Utama PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk C Paul Tehusijarana (ketiga dari kanan). (Foto: HousingEstate/Susilo Waluyo)

Setelah tiga tahun mencari lahan yang tepat di Indonesia, perusahaan developer milik Iwan Sunito, warganegara Australia kelahiran Indonesia itu akhirnya menjatuhkan pilihan pada kawasan pesisir Ancol, Jakarta Utara. “Satu satunya tempat di Indonesia yang seluruh orang Indonesia tahu sepertinya cuma Ancol,” katanya dalam press conference joint operation PT Pembangunan Jaya Ancol dan PT Crown Ancol Indonesia, anak usaha Crown Group di Indonesia.

Penandatanganan kesepakatan antara kedua belah pihak telah dilakukan 27 April. Crown berencana mengembangkan proyek hunian terpadu atau mixed use berisi apartemen, perkantoran serta pusat gaya hidup di lahan seluas 4,7 hektar di Ancol Barat.

“Sumber pendapatan pertama Ancol itu dari properti. Kebanyakan proyek kami kembangkan sendiri. Karena itu mencari partner yang bisa meningkatkan visibility Ancol itu menjadi penting karena ini lahan yang strategis,” kata Presiden Direktur PT Pembangunan Jaya Ancol Tbk C Paul Tehusijarana.

Komplek mixed use itu dikonsepkan sebagai water front lifestyle (properti gaya hidup tepi pantai) kelas dunia seperti di Dubai, Singapura dan Sydney (Australia). Fasilitas yang akan tersedia antara lain yacht club, water front promenade dan area komersial eksklusif lainnya.

Proyek hunian terpadu vertikal senilai total Rp7 triliun ini baru akan dilansir dan dipasarkan November 2019. Proses pengajuan desain ke Tata Kota diperkirakan selama enam bulan sejak rancangan ditetapkan.

Crown Group akan membuka kompetisi desain bagi arsitek lokal untuk merancang proyek dengan tenggat waktu selama dua bulan. Konsep dari arsitek lokal akan disandingkan dengan tiga arsitek mancanegara yang sudah digandeng Crown Group pada proyek-proyeknya sebelumnya, yakni Koichi Tekada Architect (Australia), Kerry Hill Architect (Australia) dan WHO Architects (Singapura).

“Kita akan memilih satu desain dari empat arsitek yang berkompetisi yang sesuai dengan konsep Crown yang selalu memperhatikan inovasi dan konteks lokal. Tidak akan tiba-tiba kita menghadirkan satu bangunan yang sangat futuristik tanpa konteks lingkungan,“ kata Iwan.

Tahap pertama nanti Crown berencana melepas 300 unit apartemen bertingkat rendah (low rise) premium berkonsep sea front. Selanjutnya akan dikembangkan tower apartemen di belakangnya dengan kisaran harga Rp30-35 juta per meter persegi (m2).

“Kita menyasar pasar millennials yang ingin tinggal nggak jauh dari kota, atau downsizer generation yang ingin punya hunian yang lebih kecil ukurannya dan terjangkau (harganya),” terang Iwan.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me