Tahun Depan Gedung Perkantoran Dekat Monas Ini Beroperasi

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – PT Mardhika Artha Upaya (MAU) menyelesaikan pembangunan struktur gedung perkantoran JB Tower di kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, dengan melakukan prosesi tutup atap (topping off) akhir pekan lalu. Gedung kategori grade A ini dibangun di atas lahan 5.816 m2 dengan total luas lantai mencapai 35 ribu m2 yang menyediakan juga 3.000 m2 pusat ritel dan 1.500 m2 ruang terbuka hijau (RTH).

gedung-perkantoran-JB-Tower

Direktur Utama MAU Edi Susilo mengklaim, gedung berbiaya lebih dari Rp1,1 triliun ini bisa diselesaikan lebih cepat. “Jadwal topping off Agustus 2018, tapi kami bisa menyelesaikannya 100 hari lebih cepat,” katanya melalui siaran pers di Jakarta, Senin (7/5/2018).

JB Tower dikembangkan melalui kolaborasi dengan berbagai perusahaan terbaik di bidangnya. Salah satunya Asiacross Group Indonesia yang merupakan grup PT MAU dengan Asiawide Group, sebuah perusahaan Singapura yang berafiliasi dengan Asia Quest Group Malaysia. Perusahaan ini telah mengembangkan banyak proyek property gedung tinggi (high rise) di Singapura, China dan Malaysia.

JB Tower didesain seperti kumpulan kotak (boks) yang membentuk suatu komposisi menjulang ke atas, yang menggambarkan semangat dunia bisnis yang terus bertumbuh. Lokasinya yang berada dekat Monas, simbol kota Jakarta, membuat gedung juga menghadirkan aksen budaya Betawi dengan ciri khas ondel-ondel dan abang-none di sekeliling bangunannya.

Pengembang menyebut gedung didukung teknologi canggih yang ramah lingkungan dan fitur green seperti water conservation dan energy efficiency serta struktur tahan gempa hingga 8,5 skala richer. Harga sewa gedung (asking price) rata-rata Rp300 ribu/m2/bulan.

Darsono Tan, Direktur Leads Property yang menjadi marketing agent dan pengelola gedung menyatakan, target okupansi gedung sekitar 60 persen saat nanti beroperasi Oktober 2019. Saat ini yang sudah komitmen menyewa mencapai 20 persen.

“Suplai perkantoran (di Jakarta) memang tinggi, tapi di wilayah Kebon Sirih  okupansinya masih di atas 89 persen. Artinya kebutuhannya masih cukup tinggi,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me