Dukung Pelestarian Budaya Nasional, Modernland Realty Fasilitasi Kegiatan Forum Silaturahmi Karaton Nusantara di Candra Naya

Big Banner

Jakarta, mpi-update. Sebagai bentuk kepedulian terhadap budaya dan upaya untuk memajukan budaya Indonesia, PT Modernland Realty Tbk. yang sudah berdiri lebih dari 30 tahun dan sebagai pengembang properti terdepan di Indonesia, mendukung kegiatan Musyawarah Nasional ke-III Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) yang digelar di Gedung Candra Naya di Jalan Gajah Mada No 188, Jakarta. Gedung Candra Naya berada di dalam area superblok Green Central City yang dibangun dan dikelola oleh PT Modernland Realty Tbk. Rumah tersebut bersanding dengan area kuliner, hotel Novotel, apartemen, dan perkantoran modern yang ada di dalam superblok Green Central City.

Sebagai tuan rumah, HR & Legal Director PT Modernland Realty Tbk., Dharma Mitra mengatakan tujuan mulia ini perlu didukung untuk melestarikan seni dan budaya Indonesia di tengah serbuan budaya luar. Sebagai pengelola hunian superblok di kawasan Jalan Gajah Mada, PT Modernland Realty Tbk. sendiri berupaya mempertahankan cagar budaya Candra Naya sebagai situs bersejarah yang telah berusia dua abad. “Kami bangga ikut mewarnai sejarah perkembangan kota Jakarta lewat acara ini,” ujarnya.

Lebih lanjut Dharma Mitra mengatakan, PT Modernland Realty Tbk, selalu mendukung kegiatan yang diadakan di Gedung Candra Naya. Banyak kegiatan yang sudah dan akan dilakukan di Candra Naya dan kami selalu akan mendukungnya. Termasuk kegiatan yang dilakukan Forum Silaturahmi Karaton Nusantara yang sudah beberapa kali dilakukan di Candra Naya. Kebudayaan bangsa Indonesia harus dilestarikan karena sarat nilai luhur dan PT Modernland Realty Tbk. ikut bertanggung jawab melestarikannya, ujar Dharma Mitra.

Candra Naya merupakan sebuah rumah kuno bergaya China yang menjadi saksi sejarah hadirnya masyarakat Tionghoa di Indonesia. Masyarakat sekitar juga mengenalnya dengan nama Rumah Mayor. Disebut sebagai Rumah Mayor karena dulu rumah yang dibangun lebih kurang 200 tahun lalu yakni antara tahun 1806 atau 1867 tersebut adalah kantor dan tempat tinggal Mayor Tionghoa Khouw Kim An. Jabatan Mayor diemban Khouw Kim An pada tahun 1910-1942. Mayor adalah sebuah jabatan yang cukup prestisius dalam struktur pemerintahan Hindia Belanda. Jabatan itu menunjukkan bahwa tuan rumah tersebut berstatus sosial tinggi.

Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) dibentuk oleh para Raja, Sultan, Datu, Penglingsir dan Pemangku Adat sebagai upaya untuk menyelamatkan, melestarikan, dan mengembangkan Karaton sebagai sumber tradisi dan jatidiri bangsa. Pada Musyawarah Nasional ke-III, FSKN menentukan kepengurusan baru periode 2018-2023 dan menetapkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga baru, maupun menginventarisasi keanggotaan lama dan baru FSKN yang berjumlah 138 anggota. Melalui Musyawarah Nasional ke-III, secara aklamasi terpilih Ketua Umum FSKN yang baru yakni Sultan Haji Khairul Saleh Al-Mutashim Billah yang didampingi dengan Sekretaris Jenderal FSKN, Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Forum Silaturahmi Karaton Nusantara (FSKN) Dr. Ir. KRAy. Naniek Widayati Priyomarsono, M.T. mengatakan kegiatan ini akan memperkaya khasanah seni budaya yang hidup dan berkembang di Jakarta, dan hal ini tentu berkaitan erat dengan industri pariwisata. Selain itu, konsentrasi dan program kerja FSKN sekarang adalah lebih kepada pembelajaran dan mengasah skill masyarakat dan berencana menggandeng pemerintah, beberapa pengusaha yang mempunyai kepedulian terhadap budaya, para pemerhati budaya, serta akademisi untuk bekerja sama dalam memajukan budaya dan pendidikan praktis. Salah satunya dengan menggandeng Klassku untuk bidang E-Learning dan dengan keluarga Priyomarsono untuk pembelajaran batik disetiap daerah dimana anggota FSKN berada, ujar Naniek Widayati Priyomarsono.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me