Pemasaran Properti Online Merupakan Keniscayaan Karena Kaum Milenial

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemasaran properti secara online merupakan keniscayaan karena makin dominannya pasar kaum digital yang dimulai dengan millennials (lahir awal 1980-an sampai menjelang millennium atau tahun 2000), dan nanti akan disusul dengan generasi Y, Z dan seterusnya yang hidupnya sudah benar-benar mengandalkan teknologi digital.

“Sekarang sebagian kaum milenial sudah berada pada usia kerja dan karena itu mulai mencari rumah. Makin lama mereka akan makin mendominasi pasar. Mereka lebih senang mencari apapun lewat internet karena dianggap lebih mudah, praktis dan cepat. Karena itu pemasaran properti secara online menjadi keniscayaan,” kata Ronny Wuisan, Founder dan Chief Executive Officer (CEO) UrbanAce, saat memperkenalkan portal real estate marketing solutions itu kepada pers di Jakarta, Rabu (9/5/2018), didampingi petinggi UrbanAce lainnya.

Ia mengakui, penyelesaian transaksi terhadap properti yang dipilih memang tetap harus dilakukan secara fisik (offline). Karena itu ia juga menyebut UrbanAce (PT Puncak Properti Solusindo) sebagai usaha rintisan property technology (proptech) yang mengintegrasikan sistem online dengan offline atau O2O.

Berbeda dengan situs jual beli properti yang sudah ada sebelumnya, Ronny menyebutkan, UrbanAce adalah market place properti yang menawarkan total solutions kepada konsumen melalui para agen (broker) yang disebut ambassador.

“Kalau di situs jual beli properti orang hanya listing, promo dan sharing walaupun juga ada brokernya. Konsumen do it your self (transaksinya). Di UrbanAce tidak, semua ditangani ambassador sampai selesai, mulai dari beli, furnishing (penataan ruang dan perabotnya) sampai penjualan kembali dan penyewaan sesuai permintaan konsumen,” jelasnya.

Untuk itu UrbanAce menjanjikan pelatihan kepada para ambassador melalui UrbanAce Academy supaya mereka profesional. “Para UrbanAce ambassador tidak hanya dinilai dari prestasi penjualan (closing deals)-nya, tapi juga dari proses dan pelayanan yang diberikan serta feedback positif dari konsumen. Beli properti itu juga perlu intimate (suasana yang akrab dan menyenangkan). Karena itu para ambassador bukan hanya memposisikan diri sebagai realtor tapi juga adviser dan friend bagi konsumen,” ujar Ronny.

Karena kualifikasi plus yang dituntut dari para agen itu, mereka pun bisa mendapat kompensasi tambahan selain dari komisi.

Sejak beroperasi akhir 2016 ia menyebutkan, UrbanAce sudah bekerja sama dengan puluhan grup usaha developer ternama di Indonesia memasarkan aneka proyek, dengan nilai transaksi mencapai Rp300 miliar. Tahun ini UrbanAce menargetkan bisa membukukan transaksi Rp700 miliar. Selain produk properti baru (primary) dari perusahaan developer, UrbanAce juga menerima listing properti seken (secondary).

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me