Greenwoods Group Lakukan Ground Breaking JP Apartment di Bogor

Big Banner

Okie Imanto, Chief Executive Officer (CEO) Greenwoods Group menjelaskan, JP Apartment dikembangkan di atas lahan seluas 1,2 hektar. Rencananya akan dibangun sebanyak 3 tower yang merangkum apartemen sebanyak 1.500 unit. Untuk mengembangkan JP Apartment, Greenwoods Group menyiapkan investasi sebesar Rp350 miliar.

Andy K Natanael, Founder PROJEK dan PROVIZ yang bertindak sebagai konsultan pemasaran JP Apartment mengatakan, “Kami menghadirkan apartment berkualitas dengan harga terjangkau yang fokus diperuntukkan untuk mahasiswa dan dosen di Bogor, terutama dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang dilengkapi fasilitas gaya hidup modern dengan kemudahan aksesnya.”

Lebih lanjut Andy K Natanael mengatakan, lokasi JP Apartment berada tepat di depan kompleks perumahan IPB yang dihuni oleh para dosen, dekan, rektor IPB dan lingkungan ini adalah lingkungan hunian established yang mayoritas warganya adalah kaum akademisi. “Lokasi JP Apartment terletak hanya 4 km dari kampus IPB Dramaga, dengan akses transportasi umum 24 jam. Lebih dari itu JP Apartment juga berjarak hanya 100 meter dari terminal Laladon yang sedang dikembangkan menjadi terminal utama di Bogor Barat. Akses Bogor Outer Ring Road (BORR) hanya 3 km dari lokasi JP Apartment,” kata Andy K. Natanael.

Okie Imanto mengatakan, JP Apartment yang memiliki pemandangan Gunung Salak dan Kota Bogor fokus kepada kebutuhan mahasiswa dan akademisi, orientasinya adalah kenyaman hidup belajar. Dari akses internet yang cepat dan reliable, sarana belajar modern berkonsep co-working space, perpustakaan dan multimedia library, sarana interaksi komunitas mahasiswa seperti fitness centre, swimming pool dan lapangan olahraga outdoor, fasilitas supermarket, cafe dan restoran untuk kenyamanan mahasiswa. Juga ditambah dengan fasilitas pendukung seperti laundry, apotek dan klinik kesehatan, keamanan CCTV 24 jam, dan parkir basement.

“Greenwoods melihat kekosongan produk untuk mahasiwa yang benar-benar untuk mahasiswa, termasuk fasilitas yang disediakan. Goal kami adalah menciptakan habitus modern dan positive yang bebas narkoba dan nyaman untuk research and study,” ujar Okie Imanto.

JP Apartment terdiri atas 5 tipe Apartment yakni Studio seluas 23.26 m2, 1 Bedroom (BR) seluas 33.94 m2, 2 BR-A seluas 43.64 m2, 2 BR-B seluas 46.61 m2, dan 2 BR-C seluas 46.57 m2. Dipasarkan dengan harga hanya Rp9,6 juta/m2 (include PPn) atau Rp230 juta untuk unit Studio sampai dengan Rp430 jutaan untuk tipe 2 BR. Pengembang memberikan cara pembayaran yang ringan, yakni Cash Keras untuk mendapatkan harga termurah, Cash Bertahap 12x dan 24x, atau cukup bayar DP 1% yang bisa dicicil Rp2,5 juta per bulan selama 12x lalu sisanya bisa bayar dengan Kredit Pemilikan Apartment (KPA).

Andy K Natanael mengatakan end user JP Apartment adalah mahasiswa, pembeli unitnya adalah investor yang ingin mempunyai passive income tanpa repot mencari tenant atau mengurus propertinya. Dengan rentang harga Rp200 jutaan sampai Rp400 jutaan merupakan price point yang relatif mudah dijangkau oleh investor bahkan bagi kaum muda yang sedang belajar untuk investasi. “Keyakinan kami bersumber dari test pasar yang sudah kami lakukan dari akhir tahun 2017 secara langsung kepada potential buyer di JP ini, yang mana 80% peminat ingin membeli unit untuk disewakan kepada mahasiswa dan dosen serta kaum profesional di wilayah Bogor. Hingga saat ini walau belum launch sudah 40% dari Tower Green (Tower I) laris diminati konsumen yang mayoritas adalah investor dari kota Bogor dan sekitarnya,” kata Andy K Natanael.

Ditambahkan Okie Imanto, “Kami menjaring langsung mahasiswa yang akan menjadi user atau tenant JP Apartment. Lebih dari itu kami juga akan menjalin kerjasama dengan kampus-kampus besar yang akan bekerjasama dengan JP Apartment untuk menyediakan dormitory resmi untuk mahasiswa dan akademisinya. Bekerjasama dengan operator dormitory yang akan memberikan layanan hospitality bertaraf international yang akan menjadi benchmark baru untuk asrama mahasiswa di Indonesia. Dengan layanan spesial ini kami yakin mahasiswa akan berlomba untuk mendapatkan tempat di JP Apartment. Kedua hal inilah yang akan mempertegas kemudahan menyewakan unit di JP Apartment. Solusi yang kami tawarkan adalah investor tidak perlu repot cari penyewa dan pengelola propertinya. Yang perlu dilakukan setelah membeli unit adalah mengambil paket fully furnished yang akan ditawarkan oleh operator dormitory.”

Okie Imanto mengatakan, “Tahun ini ditargetkan Tower I dapat terserap 80% – 90% dan akan mulai dibuka pemasaran Tower 2. Kami optimis sebelum tahun 2021 sudah dapat habis semuanya,” ujar Okie Imanto seraya mengatakan JP Apartment Tower I direncanakan akan mulai diserahterimakan bertahap 24 bulan setelah ground breaking, Tower 2 dan Tower 3 akan diserahterimakan secara bertahap pada akhir tahun 2021, sementara keseluruhan proyek akan selesai seluruhnya pada tahun 2021.

Greenwoods Group dikenal sebagai pengembang yang lebih mengunggulkan konsep hunian modern, namun tidak meninggalkan kesan asri. Greenwoods Group memiliki visi ingin meningkatkan kualitas lingkungan hidup di Indonesia, sehingga di setiap proyeknya, Greenwoods Group selalu mengedepankan keseimbangan antara kebutuhan konsumen tanpa mengabaikan lingkungan di sekitarnya.

Greenwoods Group memasuki usia ke 14, dengan portofolio 43 proyek, 38 diantara nya sudah fully completed dengan reputasi dan kepuasan pelanggan yang sangat baik. “Kami fokus mengembangkan komunitas bukan hanya bangunan, dan di bawah visi Greenwoods, JP Apartment akan menjadi komunitas akademik yang modern, positive dan berwawasan internasional. Visi ini diwujudkan oleh team konsultan dengan reputasi puluhan tahun khusus di bidang pengembangan apartement high rise, dipimpin oleh EDRA sebagai lead architect. Team yang sangat dinamis dan inovative dalam pengembangan konsep. Design yang mengutamakan fungsi untuk kenyaman penghuninya,” kata Okie Imanto.

Lebih lanjut Okie Imanto mengatakan, JP Apartment dibangun oleh APG, kontraktor BUMN yang management-nya dipimpin oleh kaum muda yang sangat forward thinking, selalu mencari solusi yang efektif untuk memaksimalkan fungsi dan estetika bangunan. “Bukan hanya kualitas akhir bangunan yang mereka jaga tapi juga kualitas proses dan lingkungan pembangunannya. Kedua hal inilah yg menjadi alasan utama Greenwoods memutuskan untuk bekerjasama dengan APG. Dan dengan banyaknya kelebihan yang dimiliki, kami optimis proyek ini akan disambut baik masyarakat juga karena harga hunian landed house di Kota Bogor perlahan sudah mulai merangkak naik dan mulai tinggi sehingga kedepannya sudah dipastikan apartemen menjadi alternatif pilihan hunian. Apalagi jika letak apartemen tersebut sangat strategis dan memiliki banyak akses untuk dijangkau,” kata Okie Imanto.

Selain itu, lanjut Okie Imanto, faktor pendukung lainnya adalah perkembangan Infrastruktur yang signifikan yaitu pembangunan LRT menuju Kota Bogor yang saat ini sudah mencapai Cibubur, pemekaran wilayah Kota Bogor yang kedepannya nanti akan dibagi menjadi beberapa wilayah seperti Bogor Barat dan Bogor Timur, dan pembangunan jalan tol Bogor Outer Ring Road (BORR) yang saat ini sudah mencapai Section II, serta perencanaan pembangunan bandara komersial Atang Sanjaya Bogor. (EKA)

jktproperty.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me