Lampu Pintar di Rumah Futuristik

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Teknologi digital telah merambah segala sendi kehidupan kita tak terkecuali dalam sistem pencahayaan. Lampu-lampu di rumah kini bisa dioperasikan dari mana saja, bahkan ketika Anda sedang di luar. Tak perlu sibuk mencari saklar untuk mematikan atau menyalakan lampu. Cukup menyentuh layar aplikasi gawai di genggaman tangan.

Philips Lighting, produsen lampu asal Belanda, telah memulainya dengan memasarkan produk Philips Hue awal tahun ini di Indonesia. Rangkaian produk yang terdiri dari lampu berbasis LED dan bridge, serta alat sensor dan kontrol yang dapat terhubung dengan hingga 50 titik lampu. Produk terbaru ini membenamkan sistem digital yang memungkinkan seluruh titik lampu dikendalikan dari jarak jauh dan terkoneksi melalui aplikasi dalam smartphone berlabel Philips Hue app.

Anda dapat menyalakan lampu dari jarak jauh, mengatur tingkat terang-gelapnya (dimmer), hingga mewarnai dinding dengan pilihan 16 juta warna dan sinkronisasi lampu dengan lagu, film seri atau pertandingan favorit. Philips menjamin Hue memberikan lebih dari sekadar pencahayaan, tapi mengubah suasana dan memberi inspirasi baru bagi penggunanya di rumah. Philips Hue bisa diaplikasikan langsung pada instalasi lampu lama karena didesain retrofit. Tersedia beragam pilihan lampu terdiri dari bohlam (bulb), lightstrip, dan lampu dekorasi.

Untuk bisa menggunakannya, Anda harus membeli starter kit terdiri dari satu bridge dan tiga bohlam. Ada juga lampu lightstrip untuk dipakai pada cove lighting atau indirect lighting (pencahayaan tersembunyi) serta Hue Bridge.

Pemakaian Philips Hue diawali dengan mengganti lampu, memasang bridge, lalu mengunduh aplikasi Philips Hue untuk disinkronkan dengan bridge. Setelah itu Anda bisa mulai menggunakan dan mengatur kebutuhan pencahayaan.

Selain melalui aplikasi pada smartphone, Philips juga menyediakan saklar manual (tab & dimmer switch) untuk mengoperasikan Hue yang dijual terpisah. Perkenalan produk dilakukan sejak dua tahun lalu melalui Philips Lighting Week yang berisi pameran produk, seminar dan workshop. Philips menggandeng arsitek Cosmas D Gozali (Jakarta) untuk menampilkan Philips HUE di sebuah simulasi rumah bertajuk Future Living dalam sebuah pameran di Jakarta beberapa waktu lalu. Berikut suasana rumah itu.

Future Living

Rumah berjudul “Future Living” ini adalah instalasi ekperimental yang menggambarkan perubahan dari berbagai faktor yang membawa kita pada pengalaman ruang yang berbeda. Penggunaan material, bentuk dan sistem teknologi, merefleksikan bentuk baru dari arsitektur masa depan. “Bentuk ruang tidak lagi harus kotak persegi, tapi bisa melengkung atau bersudut miring,” kata Cosmas. Menurutnya, transformasi teknologi menciptakan tantangan baru dalam dunia desain, arsitektur, dan perspektif kebutuhan manusia. Hal yang terpenting dan tak tergantikan dari perubahan teknologi itu, sisi fungsional dan kenyamanan yang tetap harus dipenuhi.

Area simulasi rumah seluas 130 m2 ini dikonsepkan “white on white” untuk memaksimalkan kecanggihan sistem pencahayaan masa depan Philips Hue. Terbagi dalam beberapa ruang yang didesain untuk kehidupan sehari-hari dengan teknologi pencahayaan yang bisa mengubah atmosfer ruang ke dalam variasi suasana, tanpa menambah atau mengubah fisik ruang. “Nuansa berbeda dihadirkan untuk mengakomodasi kebutuhan emosional manusia di dalamnya. Di ruang yang tidak terlalu besar kita bisa mengalami berbagai suasana, karena ruang diciptakan bukan berdasarkan luasan tapi perasaan,” jelas arsitek lulusan Technische Universitats Wien, Vienna (Austria) itu. Ia menyarankan tetap memakai pencahayaan alami di siang hari dengan membuat banyak bukaan di rumah. Contohnya ia terapkan pada area ruang keluarga dan meja kerja. “Mulai senja baru kita memainkan suasana dari lampu yang ada. Tidak logis jika orang hidup (di dalam rumah) tertutup semua,” katanya.

Foyer

Jajaran rak di foyer (ruang perantara) dengan aksen pencahayaan garis (strip) bisa berfungsi ganda sebagai pelengkap estetika.

Dining room

lighting-lampu-pintar-di-rumah-futuristik_diningroom

Ruang makan berbentuk bulat dikombinasikan dengan meja kotak yang kontradiktif. Kelengkapan lain seperti kursi, karpet dan lampu gantung diserasikan berbentuk bulat. Aplikasi lampu dapat disetel menampilkan warna-warni sesuai keinginan.

Pantry

lighting-lampu-pintar-di-rumah-futuristik_pantryArea pantry (dapur kering) yang memanjang diberi aksen meja bar berbentuk segitiga lancip. Warna-warni cahaya lampu tersembunyi di antara rak-rak penyimpanan.

Bedroom

lighting-lampu-pintar-di-rumah-futuristik_bedroomSetelan lampu berwarna pink mampu mengubah suasana kamar tidur serba putih ini menjadi romantis dan hangat. Tingkat terang juga bisa disesuaikan untuk kebutuhan orang duduk membaca.

Study room

lighting-lampu-pintar-di-rumah-futuristikMeja belajar atau kerja futuristik tak harus simetris seperti terlihat di area study room ini. Tanaman hidup yang digantung dalam vas-vas vertikal menjadi dinding hijau pengganti kebun yang sulit dihadirkan di masa depan karena terbatasnya lahan. Lampu meja bisa dipilih untuk melengkapi area ini.

Living room

lighting-lampu-pintar-di-rumah-futuristik_livingroomRuang keluarga di masa depan diprediksi tidak lagi memerlukan pesawat TV. Dinding bisa diisi koleksi benda seni atau dibiarkan kosong untuk memproyeksikan tontonan dari piranti digital. Suasana ruang dapat diciptakan hangat dengan sentuhan cahaya lampu kuning atau nuansa biru untuk rileks.

Sumber : Majalah Housing Estate edisi Januari 2o17

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me