Tips Mudah Agar Udara di Ruangan Tetap Bersih

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Berada di dalam rumah atau ruangan bukan berarti terhindar dari polusi udara. Nyatanya, kondisi udara di dalam ruangan bisa buruk dan menggangu kesehatan penghuninya. Bahkan, menurut penelitian US Environmental Protection Agency (EPA), lembaga lingkungan hidup di Amerika Serikat, polusi udara di dalam rumah bisa 2–5 kali lebih besar dibandingkan di luar rumah.

Dok. Majalah HousingEstate

Dok. Majalah HousingEstate

Untuk itu ada tujuh  tips mudah untuk menjaga kualitas udara di dalam ruangan tetap baik yang diberikan pengembang Farpoint yang menerapkan sistem penyaringan ganda pada saluran pendingin untuk proyek apartemennya Verde Two di koridor bisnis Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan.

Tanaman Hias

Tanaman bisa berfungsi sebagai dekorasi ruangan sekaligus meningkatkan kualitias udara di dalam ruangan karena sifatnya yang menyerap polutan dan mengalirkan oksigen. Beberapa jenis tanaman untuk biofilter yang cocok digunakan di dalam ruangan antara lain tanaman hias laba-laba, lidah mertua, dracaena dan lidah buaya.

Buka Jendela

Cara ini sangat sederhana namun banyak yang malas melakukannya. Bukalah jendela saat pagi hingga setidaknya pukul 11 siang agar udara di ruangan bersirkulasi. Ruangan yang mendapatkan sinar matahari yang cukup lebih sehat karena sinar matahari itu akan mengurangi pertumbuhan jamur selain membunuh beberapa jenis bakteri dan virus.

Kurangi Lampu Pijar

Lampu pijar mengonversi sekitar 90 persen total energinya menjadi panas saat memancarkan cahaya. Hal ini memengaruhi kualitas udara di ruangan secara langsung, salah satunya membuat ruangan jadi pengap. Mengurangi penggunaan lampu pijar akan mereduksi suhu udara. Gunakan produk pencahayaan hemat energi dari jenis LED yang bias mengurangi panas dan menurunkan tagihan listrik.

Gunakan Pembersih Alami

Berbagai cairan pembersih di rumah menggunakan bahan kimia yang bisa menciptakan polusi di ruangan. Polusi dari bahan kimia seperti volatile organic compounds (VOC) atau senyawa organik yang mudah menguap itu bisa menyebabkan iritasi kulit hingga gangguan paru-paru. Kita bisa menggunakan berbagai bahan alami dari dapur seperti cuka putih untuk membersihkan lantai, garam untuk meluruhkan minyak dan lemak, lemon untuk membersihkan permukaan perabot, baking soda untuk membersihkan noda pakaian dan lain sebagainya.

Exhaust di Dapur

Kipas penghisap atau exhaust fan bisa diandalkan untuk membantu memperbaiki kualitas udara di ruang yang ventilasinya kurang memadai. Produk sebisanya dipasang di dapur untuk mengeluarkan karbon monoksida yang dihasilkan dari kegiatan memasak sehingga udara di dapur tetap sehat.

Penggunaan Karpet Seperlunya

Beberapa jenis karpet sangat mudah menyerap senyawa organik yang beracun. Karpet juga bisa menjadi media penyimpan debu, kotoran dan bakteri sehingga berbahaya bagi kesehatan. Bila tetap ingin menggunakan karpet, jangan lupa memvakumnya secara rutin sehingga tidak menjadi media penyimpan kotoran dan polutan di dalam rumah.

Aplikasi Teknologi Filtrasi Udara

Bila memungkinkan kita bisa menerapkan teknologi penyaringan udara di rumah, seperti apartemen Verde Two yang diklaim menggunakan AC filtrasi ganda untuk menyaring debu dan partikel halus hingga 2,5 mikron atau sekitar 1/30 diameter rambut manusia. Filter khusus itu disebut menyerap partikel mikron hingga 99 persen sehingga kualitas udara di dalam ruangan lebih sehat.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me