Setelah Jual atau Beli Apartemen, Emang Harus Bayar Biaya Apa Lagi Sih?

Big Banner

 

Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty

 

Kalau kamu udah serah-terima unit hunian vertikal, semisal rusun (rumah susun), kondominium, apartemen, maupun rusunami (rumah susun sewa milik sendiri), terus apa lagi selanjutnya? Mau tau?

Berdasarkan Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB), maka akan ada kewajiban biaya-biaya yang wajib kamu tanggung. Erwin Kallo dalam bukunya, Paduan Hukum untuk Pemilik/Penghuni Rumah Susun (Kondominium, Apartemen dan Rusunami), menyebutkan bahwa biaya-biaya yang harus ditanggung pihak pembeli sebenarnya telah disebutkan sejak awal proses transaksi pembelian hunian. Namun, buat kamu yang belum “ngeh” bisa menyimak lagi soal biaya-biaya tersebut.

Baca juga: Biaya Tambahan Lain-Lainnya Saat Beli Rumah, Mau Tau?

Coba kamu periksa yang berikut ini:

Biaya Administrasi

Biaya administrasi merupakan biaya yang harus kamu tanggung sebagai pembeli, di luar dari harga pengikatan. Harga pengikatan adalah harga yang mengikat pembeli dalam penjualan. Biaya ini biasanya dikenakan sebagai bea untuk membiayai PPJB, akta jual beli (AJB) dan balik nama Sertifikat Hak Milik (SHM). Pembayaran biaya administasi dilaksanakan setelah pembeli menandatangani AJB di hadapan Notaris/PPAT. Sementara pihak pengembang berkewajiban mengurus balik nama SHM.

Iuran Pengelolaan (Service Charge)

Adanya kewajiban pemeliharaan rusun berkonsekuensi pengenaan iuran pengelolaan (service charge). Ada juga yang menyebutnya dengan IPL (Iuran Pengelolaan Lingkungan). Iuran pengelolaan ini tak lepas dari upaya untuk memelihara Bagian Bersama, Benda Bersama, dan Tanah Bersama di apartenmen yang bersangkutan.

Lebih rincinya yakni biaya-biaya: manajemen pengelola, pajak-pajak, penggunaan listrik dan air, asuransi, kebersihan, dan perbaikan-perbaikan kecil. Biaya-biaya tersebut digunakan untuk operasional sebut saja pemungutan kotoran, sampah, penyediaan tong sampah, pemeliharaan saluran air dan pipa-pipa, gaji pegawai, keamanan internal, dan lain-lain.

Baca juga: Renovasi Rumah Minim Biaya, Bisa Aja Kok!

Dana Cadangan (Sinking Fund)

Biasanya sinking fund digunakan untuk perbaikan-perbaikan besar bangunan gedung. Semisal pengecatan dinding, perbaikan lift, penggantian mekanikal dan elektrikal. Pada saatnya nanti dana cadangan ini juga bisa dijadikan sebagai biaya perpanjangan sertifikat induk atau asuransi rusun dan lain-lain. Namun, ada besaran sinking fund dari awal, jadi tidak akan menunggu sisa dari service charge.

Dalam proses penetapan nilai besaran sinking fund yang harus kamu bayar ini, harus dilakukan secara transparan dan akuntabel yang nilainya bisa dipertanyakan semua penghuni lewat persetujuan rapat umum anggota persatuan penghuni.

Tagihan Listrik, Air, Telepon, dan Internet

Sebagai penghuni, kamu wajib membayar tagihan-tagihan listrik, air, telepon, dan internet (kalau ada). Tagihan tersebut kamu bayarkan secara rutin atas dasar penggunaannya.

 

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me