Total Kunci Harga Sejak Awal

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Di dunia konstruksi perubahan harga material bisa sangat sensitif, apalagi pada proyek berskala besar dan sebagian material bangunannya diimpor. Gejolak kurs yang terjadi sepekan terakhir sangat mempengaruhi harga material itu.

totallkjioi

Sebagai perusahaan kontraktor swasta terbesar yang mengerjakan banyak proyek besar, salah satu siasat yang diambil PT Total Bangun Persada Tbk, kata direktur utamanya Janti Komadjaja, adalah langsung mengunci harga material dengan beberapa pemasok setiap meneken kerja sama pembangunan proyek.

“Di setiap kontrak kita dengan supplier selalu diberikan ruang untuk fluktuasi harga termasuk untuk gejolak kurs. Kalau memang situasinya tidak memungkinkan lagi, biasanya kita duduk bareng dengan klien untuk membahas soal kenaikan harga. Tapi, umumnya untuk setiap pekerjaan akan berpatokan pada kontrak awal. Jadi perubahan yang terjadi biasanya untuk kontrak yang baru,” katanya kepada housing-estate.com di sela-sela acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan PT Triniti Dinamik untuk pembangunan proyek terpadu The Smith SOHO-Office Serpong, Tangerang-Banten, di Jakarta, Senin (21/5/2018).

Janti menyebut, harga material bangunan bukan sesuatu yang bisa dikontrol Total sehingga pihaknya hanya menerima harga yang diajukan. Selain itu yang mempengaruhi harga bukan hanya gejolak kurs tapi juga supply-demand di pasaran. Artinya perubahan kurs tidak akan secara otomatis mengubah harga.

Fokus pada kualitas pekerjaan dan time schedule yang telah ditetapkan untuk men-deliver proyek tepat waktu kepada klien, membuat Total sangat selektif menerima order pengerjaan proyek. Janti menyebut setiap tahun pihaknya maksimal hanya bisa mengerjakan 20-30 proyek highrise terkait manajemen SDM dan kontrol kualitas pekerjaan.

“Proyek sebanyak itu revenue-nya sekitar Rp3 triliun per tahun. Jadi sebanyak itulah maksimal yang bisa kita kerjakan. Untuk rata-rata nilai per proyek contohnya yang kami kerjakan di Orange County Cikarang (Bekasi, Jawa Barat) besutan Lippo Group, di situ kami bangun empat tower apartemen senilai Rp400 miliar,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com