Selatan Surabaya Juga Berprospek

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – “Barat sudah mature, timur terbatas, sekarang waktunya bagian selatan,” kata Samson Suryanto, Kepala Strategic Bussiness Unit PT Jayaland, pengembang perumahan Puri Surya (800 ha) di Gedangan, Sidoarjo (Jawa Timur), di perbatasan dengan Surabaya. Dibandingkan daerah barat dan timur Surabaya yang harga propertinya sudah selangit, di bagian selatan masih cenderung lebih rendah kendati aksesnya ke pusat kota juga mudah.

Tipe Hanadi klaster Osaka Garden, Puri Surya, Sidoarjo (foto: Jayaland)

Tipe Hanadi klaster Osaka Garden, Puri Surya, Sidoarjo (foto: Jayaland)

Ia mengakui kalau wilayah di selatan Surabaya yang sudah masuk Kabupaten Sidoarjo itu agak telat berkembang. Tapi seiring dengan pembangunan infrastruktur yang begitu masif di metropolitan Surabaya, ia yakin ke depan Surabaya bagian selatan juga akan berkembang. Terutama dampak dari pembangunan dua jalan lingkar barat dan timur.

Jalan lingkar luar timur (16 km) akan menghubungkan Suramadu dengan Gunung Anyar melewati tujuh kecamatan: Rungkut, Gunung Anyar, Sukolilo, Mulyorejo, Bulak dan Kenjeran. Saat ini progresnya baru 20 persen dan targetnya beroperasi tahun 2019.

Sementara jalan lingkar luar barat (19,8 km) menghubungkan daerah Romokalisari di utara (di Jalan Tambak Oso Wilangun) dengan Lakarsantri (selatan). Targetnya bisa tersambung sempurna tahun ini dan nanti akan disambungkan dengan jalan tol Surabaya-Mojokerto.

Pemerintah Kabupaten Sidoarjo juga akan membangun frontage road pada poros utama Surabaya- Sidoarjo. “Dibuat serupa dengan frontade road di Jalan Ahmad Yani,” ujar Samson. Poros tersebut menjadi terusan Jalan Ahmad Yani dan Waru ke arah selatan.

Pengembangan infrastruktur itu mendorong Jayaland terus mengembangkan Puri Surya dengan target pasar kaum menengah atas, namun dengan harga rumahan masih di bawah Rp 1 miliar. Menurut Samson, di harga itulah pasar daerah selatan masih bisa menyerap. Ini terbukti dengan penjualan yang cukup baik dari klaster Osaka Garden yang dilansir pada November 2017.

“Sembilan puluh delapan persen dari 165 unit yang dipasarkan sudah terjual,” ungkapnya. Osaka Garden menawarkan tipe Sakura 41/90 dan Hana 53/90 dengan harga perdana mulai dari Rp680 juta/unit. Sekarang harga terendahnya sudah Rp752,4 juta sudah termasuk PPN.

Walau sambutan pasar cukup baik, Jayaland masih hati-hati meluncurkan produk baru lagi karena secara umum pasar masih sensitif dengan harga. “Investor banyak tapi mereka masih sangat hati-hati (membeli),” ujar Samson. Akan tetapi bukan berarti pengembang anak usaha PT Pembangunan Jaya ini diam. Jayaland akan meluncurkan lagi klaster baru Osaka Blossom awal semester dua.

“Tipenya masih sama dengan klaster sebelumnya tapi harganya lebih tinggi, mulai dari Rp750-an juta per unit,” katanya. Jayaland yakin, pasar masih bisa menyerap produk barunya, salah satunya karena reputasi perusahaan yang terus dijaga dan terus mengembangkan fasilitas di proyeknya. Saat ini yang sedang dibangun antara lain food avenue dan mini water park.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me