Goreng Harga, Pengembang Akan Rugi Sendiri

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Banyaknya penawaran apartemen di perkotaan sempat disebut over supply sehingga pemasarannya seret empat tahun belakangan. Menurut pengembang, pemasaran yang berat itu tidak serta merta menandakan produk yang diluncurkan sudah terlalu banyak. Ada banyak faktor yang mempengaruhi terkait serapan suatu produk yang diluncurkan ke pasar.

apartemen vasanta innopark bekasi

Reggy Widjaya, Presiden Direktur PT Sirius Surya Sentosa (SSS), pengembang superblok Vasanta Innopark (100 ha) di kawasan industri MM2100, Cikarang Barat, Bekasi (Jawa Barat), misalnya, berpendapat akumulasi suplai apartemen di Jakarta yang mencapai 135 ribu unit sampai tahun 2017 misalnya, belum over supply tapi sebaliknya masih sangat kurang dibanding kebutuhan.

“Vietnam yang jauh lebih kecil daripada kita saja lebih besar dari itu (suplai apartemennya), apalagi Singapura suplainya mencapai satu juta unit. Market kita jauh lebih besar dari itu. Jadi jelas nggak ada over supply,” ujarnya kepada housing-estate.com di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Apalagi basis sebuah kawasan juga menentukan. Jakarta misalnya, disebut Reggy mirip Singapura karena merupakan pusat bisnis, pusat pemerintahan dan lain-lain sehingga basis penopang perekonomiannya juga kuat. Hal ini yang akan mendorong terserapnya unit hunian dalam jumlah besar.

Sama halnya dengan koridor timur Jakarta seperti Bekasi, Cikarang hingga Karawang yang memiliki basis industri yang kuat. Belum pernah pemerintah menggelontorkan anggaran yang demikian besar untuk pengembangan proyek infrastruktur jalan, transportasi dan  pendukung lain seperti di kawasan timur Jakarta dan Bekasi kalau tidak ada potensi populasi dan basis ekonomi yang besar yang mendukungnya.

“Itu terlihat di proyek kami Vasanta. Produk (apartemen)-nya terserap mencapai 700-an unit dari 800 unit yang ditawarkan di menara pertama, dengan kenaikan harga yang wajar dari Rp13 juta per meter (m2) sekarang menjadi Rp15 juta dalam setahun. Proyek kota baru Meikarta (500 ha) dari Lippo Group di Cikarang yang ratusan ribu unit itu saya yakin akan terserap juga, karena pasarnya riil. Segmen yang seperti ini nggak bisa kita bikin-bikin (harganya), mark up atau digoreng, (karena) nantinya kita yang akan rugi sendiri,” tuturnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com