Q-1/2018 Apartemen Stabil, Office Tumbuh, KI Terpukul (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI), edisi lalu mengulas bahwa hingga kuartal I 2018, sejumlah sub sektor properti, kecuali kawasan industri menunjukkan pertumbuhan penyerapan yang konsisten meski tidak siginifikan. HASIL riset yang dilakukan sejumlah lembaga konsultan properti pada periode kuartal I 2018, sebagian besar menyimpulkan proyeksi yang hampir seragam.

Meski tidak terlalu signifikan, sektor properti pada paruh pertama 2018 mulai menunjukkan kegairahannya dibanding periode yang sama pada tahun 2017. Beberapa sub sektor properti seperti apartemen, perkantoran dan ritel masih konsisten mengalami pertumbuhan sejak tahun lalu. Sebaliknya, kawasan industri justru mencatat kinerja yang melemah.

Sektor perkantoran, misalnya. Hasil riset JLL, selama triwulan I 2018, ruang perkantoran terserap sebesar 52 ribu meter persegi di kawasan Central Business District (CBD) Jakarta dan 12 ribu di kawasan non – CBD. Angka ini masih mencerminkan konsistensi tingkat permintaan yang mengalami pertumbuhan sejak tahun lalu. Meski begitu, tingkat hunian dan harga sewa di kawasan CBD saat ini masih berada dalam tren penurunan, mengingat jumlah pasokan yang akan diperkirakan bertambah secara signifikan di tahun 2018. Sejumlah sektor yang aktif seperti teknologi informasi, service office, coworking space, insurance, dan professional services turut membawa pengaruh positif untuk pasar perkantoran.

Colliers Indonesia memperkirakan okupansi perkantoran di Jakarta akan turun menjadi 80% hingga akhir 2018 mendatang. Bahkan peningkatan permintaan sewa masih belum bisa menutupi pertambahan pasokan perkantoran yang masuk di tahun ini. Total pasokan perkantoran di CBD Jakarta saat ini mencapai 6,2 juta m² dimana sekitar 200 ribu meter persegi bertambah di kuartal I-2018 yang berasal dari dua perkantoran di SCBD yaitu Prosperity Tower dan Treasury Tower. Colliers memperkirakan akan ada tambah 470 ribu meter persegi lagi dari 10 gedung baru sampai akhir tahun. Sementara dari tahun 2018-2020, total pasokan baru yang akan masuk diprediksi akan mencapai 1,2 juta meter persegi.

Colliers Indonesia menyebut ada kenaikan harga pada wilayah perkantoran, khususnya perkantoran Premium dan Grade A di CBD, kenaikan harga kantor 10% dari sebelumnya yang hanya 5,6% di kuartal sebelumnya. Kenaikan harga kantor bukan disebabkan mulai membaiknya pasar properti, akan tetapi kenaikan tersebut lebih disebabkan karena mulai banyaknya gedung- gedung premium yang memiliki harga di atas rata-rata perkantoran.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me