Mudik Sambil Nyobain Bandara Baru nan Keren

Big Banner

 

Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty

  

Mudik Lebaran 2018 ini udah bisa pake pesawat dari Bandara Kertajati lho! Setelah diresmikan Presiden Joko Widodo pada Kamis (24-5-2018), Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) di Majalengka, Jawa Barat, ini merupakan Bandara terbesar kedua di Indonesia setelah Bandara Soekarno-Hatta. Selain untuk penumpang dan kargo, Bandara ini juga akan menjadi embarkasi haji dan umroh untuk masyarakat Jawa Barat dan Jawa Tengah.

“Kini Bandara sudah siap dimanfaatkan oleh masyarakat. Nantinya Bandara akan diintegrasikan dengan Pelabuhan Patimban yang berjarak kurang lebih 40 kilometer. Semoga kehadiran Bandara ini mendukung mobilitas masyarakat dan memberikan dampak perekonomian yang baik bagi Jawa Barat dan daerah sekitarnya.” Itu kutipan tulisan Presiden Joko Widodo yang dikutip finance.detik.com, Sabtu (26-5-2018).

Baca juga: Bandara Kertajati Siap Beroperasi, Beli Hunian di Sekitarnya Pasti Ga Rugi!

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, rencananya 8 Juni 2018 sudah ada penerbangan komersial. Ada tiga maskapai yang sudah tercatat, yakni Citilink, Lion Air, dan Wings Air. Rutenya Surabaya dan Denpasar.

Pembangunan dan pengembangan Bandara Kertajati merupakan kolaborasi antara tiga pihak yang saling menguntungkan, yaitu pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pihak swasta.

Mulai dibangun pada 2014, pemerintah pusat membangun bagian udara, yakni landasan pacu sepanjang 2.500 meter (m) dengan lebar 60 m, taxiway paralel sepanjang 2.750 m selebar 25 m, appron, serta jalan pendukung peralatan ground handling (ground support equipment), airfield lighting, dan menara. Nantinya landasan pacu akan diperpanjang hingga 3.200 m, sehingga bisa melayani operasional pesawat sipil terbesar di dunia, semisal Airbus A380, Boeing B 747, maupun B 777.

Baca juga: Hunian Aerocity Kertajati Siap Berdiri, Potensial untuk Investasi, Beli!

Sedangkan pemerintah provinsi Jawa Barat membangun di bagian darat Bandara, yakni terminal penumpang berukuran 92.000 m2, yang bisa menampung 5,6 juta penumpang per tahun dengan 200 pergerakan pesawat per hari.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Agus Santoso, mengatakan, ada wacana yang menyebut Bandara Husein Sastranegara hanya untuk penerbangan dengan pesawat propeller, sementara penerbangan dengan pesawat jet dipindah ke Bandara Kertajati.

“Saat ini ada 19 penerbangan dari dan ke Bandara Husein, dengan enam penerbangan gunakan pesawat propeller. Rutenya, Halim-Bandung, Yogya-Bandung, Malang-Bandung, Solo-Bandung, Semarang-Bandung, dan Lampung-Bandung,” kata Agus seperti dikutip Kompas.com, Jumat (25-5-2018).

rumah123.com