Sinar Mas Land-Kawan Lama Kolaborasi Kembangkan Proyek Properti

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Kawan Lama Group (KLG), perusahaan ritel, industrial, property & services, menandatangani kerja sama joint venture (JV) di bidang properti dengan perusahaan pengembang Sinar Mas Land (SML). Kedua perusahaan akan berkolaborasi mengembangkan berbagai proyek properti di lokasi-lokasi strategis di kota-kota Indonesia.

kawan lama sinarmas mou joint venture

Menurut CEO Retail and Hospitality SML Alphonzus Widjaja, kerja sama ini merupakan usaha patungan yang luas untuk pengembangan mal, hotel, residensial, industri dan lain sebagainya. Untuk prioritas pertama pengembangannya dilakukan di land bank milik SML, prioritas kedua di land bank KLG, ketiga di lahan baru yang diakuisisi bersama.

“Proyek pertama yang akan dikembangkan dalam kolaborasi ini adalah mixed use (properti terpadu) berisi apartemen, hotel, dan pusat perbelanjaan Living World seluas 8,5 hektar di Kota Wisata (750 ha), Jl Transyogi, Bogor (Jawa Barat). Yang pertama dibangun di proyek itu lifestyle mall. Jadi, hari ini kami meneken dua MoU (nota kesepahaman). Pertama, master MoU sebagai payung kerja sama, kedua MoU pengembangan proyek pertama di Kota Wisata,” katanya saat acara penandatanganan di Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Direktur Corporate Marketing KLG Nana Puspa Dewi menambahkan, kedua perusahaan merupakan expert di bidangnya dengan pengalaman puluhan tahun dan visi pengembangan yang relatif sama. SML sebagai pengembang telah sukses membangun di berbagai tempat, KLG sangat berpengalaman dan memahami pasar ritel di seluruh Indonesia.

“Properti yang dikembangkan SML tentu membutuhkan banyak keramaian (crowded) sehingga kolaborasi ini menjadi sangat tepat. Pengalaman kami di bisnis ritel sudah lebih dari 23 tahun, total gerai Ace Hardware, Informa, Chat Time dan lain-lain sudah mencapai lebih dari 500 di seluruh Indonesia. Ini sangat potensial mendatangkan crowded di proyek SML,” katanya.

Selain itu KLG juga berpengalaman mengelola mal furniture, dekorasi, aksesoris dan perkakas rumah tangga Living World di kota baru Alam Sutera (700 ha) Serpong, Tangerang Selatan (Banten) dan Pekanbaru (Riau).

Living World di Kota Wisata akan menjadi yang ketiga dengan total luas bangunan 90 ribu m2. Target pembangunan (ground breaking) kuartal pertama 2019 dan beroperasi kuartal pertama 2021. Total investasi pengembangan untuk mal itu saja mencapai Rp1,2 triliun dengan share 60:40 antara KLG dan SML.

Pemilihan lokasi di Kota Wisata yang dikembangkan SML sejak 1997, karena kawasannya sudah padat dan membutuhkan berbagai fasilitas. Berbagai proyek infrastruktur yang dikembangkan di kawasan juga menjadi alasan lain yang akan membuat kawasan makin berkembang, sehingga perlu dikembangkan mal baru kendati saat ini sudah ada empat mal yang beroperasi.

“Akan ada akses langsung pintu tol Cimanggis-Cibitung yang akan terhubung dengan tol JORR 2 ke koridor bisnis Simatupang dan JORR W2 ke Bandara Soekarno Hatta. Belum lagi proyek light rail transit (LRT) yang akan membuat koridor ini (Jl Alternatif Cibubur-Jl Trans Yogi-Jl Raya Cileungsi-Jonggol) makin terbuka dan mudah diakses. Untuk pengembangan berikutnya setelah di Kota Wisata akan dilakukan di Grand Wisata (1.000 ha) Bekasi dan proyek SML di Surabaya serta Makassar,” ungkap Alphonzus.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com