Asmat Amin: Rumah Subsidi Untung Kecil Cash Flow Cepat, Properti Komersial Untung Gede Cash Flow Lama

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Segmen properti yang digarap pengembang menentukan juga kecepatan perputaran uang (cash flow)-nya. Pengembang yang membangun rumah murah misalnya, perputran uangnya lebih cepat dengan margin keuntungan tipis. Jadi, proyek harus dipasarkan dan dikerjakan dengan cepat supaya cost of capital atau biaya modalnya tidak membengkak yang akan makin mempertipis keuntungannya. Sebaliknya properti untuk segmen menengah dan menengah atas, cash flow-nya lama tapi keuntungannya  lebih besar.

Asmat Amin (kedua dari kiri), CEO SPS, pengembang Villa Kencana Cikarang, bersama Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata (kedua dari kanan)

Asmat Amin (kedua dari kiri), CEO SPS, pengembang Villa Kencana Cikarang, bersama Ketua Umum DPP Realestat Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata (kedua dari kanan) | dok. housing-estate.com

Menurut Asmat Amin, Managing Director SPS Group, perusahaan developer yang banyak mengembangkan rumah bersubsidi dan properti komersial di kawasan Cikarang, Bekasi (Jawa Barat), mengembangkan rumah bersubdisi untuk cash flow lebih enak karena cepat. “Tiga bulan sudah terbangun. Tapi properti komersial seperti Chadstone Cikarang yang kami kembangkan dengan pengembang Singapura Pollux Properties, untungnya lebih gede tapi periode (pengembangannya) lebih lama,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (4/6/2018).

Asmat memberikan gambaran, rumah bersubsidi di perumahan Villa Kencana Cikarang seluas 120 ha di Jalan Pulo Sirih, Sukajadi, Cikarang, sebanyak hampir 10 ribu unit (90 ha) seharga @Rp130 jutaan, dengan Chadstone Cikarang (2,5 ha) yang berisi empat tower apartemen, mal dan properti komersial lainnya.

“Saya jualan rumah subsidi hampir 100 hektar itu nggak sampai setahun dengan omset Rp1,5 triliun. Di proyek komersial 2,5 hektar itu omsetnya bisa di atas Rp4 triliun tapi 2,5 tahun belum selesai. Bebasin lahan untuk rumah subsidi yang 100 hektar kita bisa ketemu ribuan orang, sementara bebasin lahan untuk properti komersial lebih simpel. Makanya rumah bersubsidi itu butuh regulasi pemerintah yang baik, karena (kalau tidak) salah-salah kita nggak bisa bangun segmen subsidi,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me