Serba Serbi Apartemen Low Rise di Jabodetabek

Big Banner

Rubrik Property onlsale Majalah Properti Indonesia edisi Juni 2018 menurunkan ulasan serba seri partemen low rise di Jabodetabek. Sebagai hunian modern yang mengedepankan gaya hidup serba praktis, apartemen menjadi pilihan utama bagi masyarakat urban terutama kalangan eksekutif muda, keluarga baru, dan kaum milenial.

Itu sebabnya, meski kondisi perekonomian belum recovery 100%, sub sektor apartemen masih menjadi market leader dibanding rumah tapak, perkantoran, dan lain sebagainya.Menilik hasil riset Savills Indonesia baru-baru ini, jumlah apartemen di Jakarta baru sekitar 150.000 unit. Sebanyak 80% di antaranya berada di luar kawasan Central Business District (CBD).

Salah satu faktor mengapa apartemen tumbuh dengan pesat adalah semakin terbatasnya lahan-lahan diperkotaan menuntu para pengembang untuk melakukan efisiensi dengan membangun proyek- proyek hunian vertikal. Selain itu, tinggal di apartemen memiliki kelebihan salah satunya hidup menjadi lebih praktis.

Namun, jika dulu apartemen identik dengan bangunan tinggi yang menjulang, namun tidak untuk saat ini. Sebab, kini banyak developer yang mengembangkan apartemen dengan ketinggian yang rendah atau biasa disebut dengan low rise apartemen.

Apartemen low rise merupakan salah satu jawaban atas permasalahan bagi pembeli yang dari takut ketinggian, merasa
terkungkung di ruang sempit, sampai tidak leluasa menata ruang dan menerima kerabat. Ceruk pasar inilah antara lain yang dijadikan pengembang sebagai peluang menawarkan apartemen berlantai rendah atau low rise.

Walaupun belum, namun sudah banyak developer yang mulai mencoba peruntungannya untuk mengembangkan konsep apartemen low rise ini. Mayoritas apartemen low rise tersebar di Jabodetabek, dan yang paling banyak berada di kawasan Jakarta Selatan. Beberapa di antaranya adalah apartemen Apple Residemce, apartemen Kasamara, dan apartemen Llyold.

MGM Propertindo adalah salah satu developer yang mengembangkan konsep apartemen low rise melalui proyek apartemen
Kasamara yang terletak di Jalan Raya Kesehatan, Jakarta Selatan. “Di Singapura, sekarang tengah diminati tinggal di apartemen 4 sampai dengan 6 lantai. Di Jakarta Selatan, Kasamara adalah apartemen 4 lantai yang pertama,” ujar Baron Respati, Komisaris PT Bintang Gemilang Mulia.

Apartemen yang tidak tinggi atau low rise lebih menciptakan perasaan seperti di rumah dibandingkan apartemen tinggi. Tetangga di apartemen rendah juga tidak sebanyak apartemen tinggi sehingga lingkungan
terasa lebih nyaman dan personal. “Selain itu, penghuni kalau mau naik lift juga tidak perlu mengantri. Kalau mau naik tangga pun bisa,” kata Lukas.

Tak hanya MGM Propertindo, pengembang sekelas Intiland Development juga turut mengembangkan apartemen dengan konsep low rise. Di kawasan Surabaya Barat, Intiland Development mengembangkan apartemen low rise sebanyak pada tahun 2016 silam.

Apartemen bertajuk The Rosebay ini, dikembangkan di atas lahan seluas satu hektar, rencananya akan dibangun sebanyak 7 tower dengan ketinggian empat hingga delapan lantai. The Rosebay memiliki total 229 unit hunian yang terbagi menjadi dua tipe, yakni tipe dua kamar tidur dan tiga kamar tidur. Setiap unit The Rosebay
memiliki luasan mulai 73 meter persegi hingga 143 meter persegi dan dipasarkan dengan harga mulai Rp1,9 miliar per unit.

mpi-update.com