Daya Tarik Proyek Skala Kota, Tak Pernah Pudar (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi Juni 2018 menurunkan ulasan tentang pengembangan skala kota. Padahal, tidak mudah untuk membangun mega proyek berskala kota mandiri tersebut. Nekad saja tentu tak cukup. Perlu perhitungan yang tepat, pengalaman, sdm serta kesiapan kapital besar.

Konon lagi, di tengah situasi dan kondisi industri properti yang masih belum bergairah. Lantas, mengapa sejumlah pengembang justru tertarik untuk mengembangkan proyek skala kota tersebut dan apa saja strategi yang dilakukan guna memenangkan pasar?

Terbatasnya lahan di kota-kota besar, menarik para developer untuk mengembangkan proyek berskala kota di kawasan penyangga dipinggir kota. Di Jakarta misalnya. Untuk mengakomodir hunian di wilayah Jakarta, beberapa kawasan penyangga seperti Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, hingga Karawang menjadi alternatif kawasan hunian baru bagi pengembangan proyek skala kota mandiri atau township.

Kawasan perumahan CitraRaya, Tangerang garapan Ciputra Group seluas 2760 ha dan perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) besutan PT Sinar Mas Land, Tbk seluas 6000 ha di Tangerang bisa dibilang menjadi semacam awal kebangkitan kawasan proyek skala kota baru di pinggir Jakarta. Menyusul berikutnya Kota mandiri Cikarang Baru (5.400 ha), Lippo Cikarang (5.000 ha), Kota Tigaraksa (3.000 ha), Bintaro Jaya (2.300 ha), Citra Raya (2.750 ha), Bukit Sentul (2.000 ha), Kota Legenda (2.000 ha), Kota Baru Parahyangan (2000 ha), Lido Lake Resort (1.700 ha), Gading Serpong (1.700 ha), Puri Jaya ( 1.600 ha), Citra Indah ( 1.200 ha) serta kota-kota lainnya.

Disamping kota-kota mandiri yang telah terbangun, setahun terakhir juga muncul proyek-proyek kota mandiri baru. Setahun lalu, publik dikejutkan dengan peluncuran kota baru Meikarta seluas 500 ha (tahap pertama) di Cikarang, Bekasi yang dikembangkan Lippo Group. Sebelumnya juga ada Citra Maja Raya yakni kota mandiri baru di kawasan Lebak, Banten. Dikembangkan Hanson Group dan Ciputra Group. Lahan seluas 2760 ha itu disulap menjadi kota mandiri baru untuk mengakomodir kebutuhan masyarakat akan hunian yang layak dengan dukungan akses commuter line.

Tak ingin tertinggal Lippo dan Ciputra Group, spesialis property boutique, Century Properties Group Indonesia milik Tan Kian belum lama ini juga meluncurkan kota baru Millenium City seluas 1388 ha di kawasan Serpong. Begitu juga dengan PT Moderland Realty Tbk bekerjasama dengan PT Waskita Karya Realty yang kini tengah berencana membangun kawasan kota mandiri dengan konsep toll road city di Bekasi seluas 350 ha. Termasuk, PT Megapolitan Development, Tbk yang berencana mengembangkan kota baru Megapolitan Sentul City di atas lahan seluas 250 ha di kawasan Sentul, Bogor.

Perlu Perhitungan Matang

Membangun kota baru mudah diucapkan, namun tidak semudah dalam realisasinya. Perlu perhitungan matang sebelum membangun kota mandiri baru. Kota baru adalah kota yang dirancang terlebih dulu, terpisah dari daerah perkotaan yang sudah matang. Kota baru harus dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, keuangan, pusat belanja, hiburan, dan lainnya.Dengan kata lain, semua kebutuhan manusia dari mulai lahir hingga meninggal tersedia di kota tersebut.

Luasnya lahan yang dikembangkan untuk membangun kota baru tentu diperlukan alokasi dana yang tidak sedikit. Sejumlah pengembang terang-terangan mengekspos nilai investasi yang diperlukan membangun kota baru tersebut. CEO Meikarta, James Riyadi di sejumlah kesempatan mengatakan diperlukan investasi Rp 278 triliun untuk membangun proyek kota pertaruhan Lippo Group tersebut.

Sementara itu, Millenium City yang akan membangun 82 ha pada tahap pertama membutuhkan total investasi sebesar 6 triliun. “Tahap pertama akan dibangun 3400 unit rumah serta 650 unit toko,” ujar Deputy Chief Operating Officer Pacific Millennium Land, Hans Leander.

Tan Kian, CEO Tan Kian Group menuturkan, pihaknya akan mengalokasikan dana perusahaan guna membangun hunian skala menengah dengan main gate di jalan Kabasiran, Parung Panjang Bogor itu. Guna menarik konsumen, pengembang Pasific Place Mal, Ritz Carlton Hotel, JW Mariot Hotel dan lainnya ini akan membuka akses keluar masuk tol Jakarta-Merak menuju Millenium City.

Menurutnya untuk membangun 1 km jalan tol diperlukan dana 100 miliar diluar pembebasan tanah. “Ya kita akan bangun, saat ini sedang diurus izin-izinnya,” tambahnya. Pengembang properti asal Singapura, Pollux Properties juga sedang membangun proyek kota mandiri terpadu seluas 40 ha bertajuk Pollux Technopolis di Karawang. Total investasi diperkirakan mencapai Rp50 triliun. Saat ini proyek masih dalam tahap pembentukan fondasi dan bakal selesai dalam 2020.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com