Trend Tumbuhnya Hunian Vertikal di Kawasan Township (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia (MPI) edisi Juni 2018 mengulas pengembangan proyek properti berskala twonship yang terus berkembang membuat cadangan lahan semakin berkurang dan harga lahan semakin melambung sehingga pengembang kini banyak membangun hunian vertikal yang juga bisa menjadi pilihan konsumen yang tidak mampu membeli landed house tetapi ingin tinggal dan menikmati berbagai fasilitas di kawasan township.

Apartemen yang dikembangkan di kawasan township dibeli oleh end user yang ingin memiliki hunian dengan harga terjangkau dan para investor yang ingin mendapatkan keuntungan dengan cara menyewakannya. Sebagai contoh, di selatan Jakarta, PT Sentul City Tbk. (BKSL) yang mengembangkan township Sentul City seluas 3.100 hektar di Bogor, kini banyak membangun apartemen.

Dalam kondisi aktual, harga tanah residensial berkisar Rp7 juta hingga Rp12 juta per m2, sementara komersial berkisar Rp12 juta hingga Rp20 juta per m2. Dalam sepuluh tahun terakhir, harga tanah di Sentul City telah meningkat 12 kali lipat.

Setelah membangun Sentul Tower Apartment (STA), Sentul City kini mengembangkan apartemen Saffron Noble di dalam kawasan superblok CBD Sentul City. Saffron menawarkan 728 unit apartemen yang terdiri dari tipe studio (34,5 m2), tipe 1 kamar tidur (52,6 m2), dan tipe 2 kamar tidur (63,8 m2). Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp600 jutaan. Hingga saat ini Saffron Noble diklaim sudah terjual sekitar 70%. Tidak hanya membangun sendiri, Sentul City juga bekerjasama dengan pihak lain dalam membangun apartemen.

BKSL bekerjasama dengan PT PP Properti Tbk (PPRO) membangun apartemen Verdura sebanyak 3 tower dengan nilai investasi sebesar Rp1,5 triliun yang juga berada di superblok CBD Sentul City. Verdura menawarkan tiga tipe hunian, yakni tipe studio (28 m2), 1 bedroom (41,2 m2), dan 2 bedroom (68,1 m2 – 69,3 m2) yang dipasarkan dengan harga perdana mulai dari Rp16,5 juta per m2 sampai Rp22,5 juta per m2. Apartemen ini dilengkapi fasilitas jogging track, taman bermain anak, kolam renang, outdoor gym dan yoga.

Sementara bersama Sumitomo Corporation asal Jepang, Sentul City mengembangkan tiga tower apartemen yang juga berada di superblok CBD Sentul City, di atas pusat perbelanjaan AEON Mall seluas 500.000 m2 yang sedang dibangun. “Tahun 2018 kami targetkan satu tower apartemen yang bekerjasama dengan Sumitomo terjual dengan target nilai penjualan Rp550 miliar,” kata Syukurman Larosa, Direktur Independen PT Sentul City Tbk.

Di timur Jakarta, PT Grahabuana Cikarang, anak perusahaan PT Jababeka Tbk. kini juga tengah gencar dalam mem bangun apartemen di township Jababeka Residence (500 hektar) yang berada di Kota Jababeka (5.600 hektar) di kawasan Cikarang. Saat ini harga rumah tapak yang dijual Jababeka Residence terentang antara kisaran Rp499 jutaan untuk proyek Palm Residence hingga Rp3 miliaran untuk cluster Veranda.

Setelah sukses mengembangkan apartemen Elvis Tower dan Monroe Tower, Jababeka Residence membangun service apartment Kawana Golf Residence yaitu apartemen berkonsep golf berciri khas Jepang yang menyasar penyewa kalangan ekspatriat di timur Jakarta. Disusul berikutnya apartemen Little Tokyo.

Untuk Tower I Kawana Golf Residence yang kini sudah sold out dipasarkan seharga Rp33 juta/m2. Terdiri dari 3 tipe, yaitu Studio (26,55 m2 semi gross),1 bedroom (35,57 m2 semi gross), dan 2 bedroom (62 m2 semi gross). Harga per unitnya mulai dari Rp1 miliar hingga Rp2 miliar.

“Salah satu faktor utama yang menimbulkan kepercayaan konsumen terhadap apartemen yang kami kembangkan adalah jaminan harga sewa tinggi yang didukung oleh captive market dari perusahaan-perusahaan nasional maupun multinasional yang berada di kawasan industri Jababeka, juga dari mahasiswa President University,” kata Sutedja S. Darmono, Presiden Direktur PT Grahabuana Cikarang.

Dalam mengembangkan apartemen, PT Grahabuana Cikarang tidak hanya sendiri. Pada pengembangan kawana Golf Residence, PT Grahabuana Cikarang bekerjasama dengan Creed Group dari Jepang. Sementara dalam pengembangan apartemen Little Tokyo, PT Jababeka Tbk. menggandeng PT PP Properti Tbk (PPRO) melalui PT PP Properti Jababeka Residence.

Little Tokyo merupakan proyek hunian vertikal terpadu yang akan dibangun di atas lahan seluas 4,6 hektar. Proyek ini akan meliputi enam tower hunian. Sesuai dengan namanya, proyek ini akan dikembangkan dengan konsep berstandar Jepang berteknologi terbaru dan Eco City Smart Home System. Pada tahap awal, Little Tokyo mengembangkan dan memasarkan satu menara bertajuk Shibuya Tower yang terdiri dari 25 lantai. Terdapat 3 tipe unit yang dipasarkan yaitu 1 bedroom Deluxe dengan luas 30 m2, 1 bedroom Suite ukuran 40 m2, serta 2 bedroom Suite ukuran 55 m2. Proyek ini akan dipasarkan mulai harga Rp500 jutaan.

Proyek Little Tokyo didesain oleh Tange Associates. Desain Kenzo Tange dikenal memiliki ciri yang khas dengan perpaduan arsitektur tradisional Jepang dan modern barat dalam keindahan bentuk, fungsi ekonomis, fungsi ruang dan system struktur. Tange Associates merancang fasad Little Tokyo dengan konsep Chigai Dana yang ditambah dengan fungsi sun shading untuk mereduksi cahaya matahari.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PPRO mengatakan, PP Properti Jababeka Residence hadir berupaya memenuhi kebutuhan tempat tinggal dengan harga yang terjangkau bagi pekerja di kawasan industri maupun masyarakat Cikarang dan sekitar pada umumnya. “Pasalnya Kota Jababeka merupakan kota mandiri yang telah matang dengan kawasan industri yang terus berkembang, yang dapat dilalui dengan 3 akses tol utama, “ kata Taufik.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com