Reggy Widjaya Arsitek, Developer dan Diving

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Jika diminta memilih, Reggy Widjaya (47) agak kesulitan memutuskan satu di antara tiga aktivitas yang dilakoninya sekarang. “Jadi arsitek itu passion dan cita-cita sejak kecil karena saya suka menggambar. Sedangkan jadi developer itu puas kalau produknya laku. Sementara  diving itu addicted banget,” katanya. Setelah sukses mengembangkan biro arsitek Tetra Desaindo sejak tahun 1997 bersama rekan-rekan sealmamaternya dari Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara (Jakarta), kini Reggy fokus menjadi pengembang properti di bawah bendera PT Sirius Surya Sentosa, bagian dari Vasanta Indo Properti.

reggy widjaya

Ia ditunjuk menjadi presiden direktur untuk penggarapan proyek terpadu Vasanta Innopark seluas 12 ha (tahap pertama) berkonsep “city within a city” di kawasan industri MM2100, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat. Vasanta akan diisi 17 menara apartemen, hotel, kantor, kampus, dan lain-lain dengan target pembangunan dimulai tahun depan. Reggy mengaku tak beralih profesi dari arsitek menjadi developer, tapi keduanya berjalan bersamaan. Menjadi developer sudah dimulainya sejak tahun 2005 bersama Tetra dengan membangun dan memasarkan Pasar Bata Putih bekerja sama dengan PD Pasar Jaya, serta apartemen Fourwinds, keduanya di Jakarta.

“Menjadi konsultan dan arsitek itu part of my life. Sekarang ibaratnya saya dokter yang punya rumah sakit, atau desainer baju punya toko pakaian. Boleh dong?” ujar peraih Master of Architecture dari Katholieke Universiteit Leuven, Belgia (1996) itu. Ia menjelaskan, arsitek paling dekat masuknya ke bisnis properti dengan menjadi developer. Bedanya, ketika menjadi konsultan arsitek ia cenderung menawarkan jasa, sedangkan developer berdagang barang.

“Menjadi developer adalah cara lain kita mengapresiasi profesi arsitek. Kepuasan sebagai arsitek lain dengan developer walaupun ujung-ujungnya juga duit sih,” kata penggemar lukisan realis karya Suprobo dan Awiki itu. Reggy mengaku sangat berhati-hati mencari rekanan dalam bisnis properti. “Saya nggak mau model partner yang abal-abal, jualan terus bangunnya nanti-nanti,” tukas alumni Kolese Loyola ini.

Di sela kesibukannya, ia masih sempat menulis buku dan menjadi dosen tamu teori arsitektur di beberapa kampus. Buku pertamanya “A Small Step to the Journey of an Evolution of Architecture” diluncurkan tahun 2015, berisi ulasan karya-karyanya di Tetra seperti Green Office Park di BSD City (Tangerang), Standard Chartered Office Tower (Jakarta), World Financial Tower Office (Jakarta), dan sejumlah proyek lain yang kebanyakan berupa bangunan tinggi. Pria asal Semarang, Jawa Tengah, ini juga rutin meluangkan waktu menyelam bersama teman-temannya, menjajaki keindahan laut Indonesia dari ujung barat sampai timur. “Saya gila banget diving. Paling favorit di Pulau Komodo. Tapi, (secara umum) nggak ada yang nggak bagus di (laut) Indonesia,” pungkas Reggy.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com