Konsep Green Building Masih Sebatas Gimmick (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesi (MPI) edisi Juni 2018 menurunkan ulasan tentang konsep green building yang masih dianggap baru sebatas Gimmick saja.

Bisa dimaklumi, jika kampanye terhadap konsep hijau pada properti vertikal maupun landed dalam kondisi aktual kian gencar dilakukan seiring meningkatnya kepedulian masyarakat untuk menjaga lingkungan. Pun, dari sisi bisnis. Sebab, di mata konsumen green building memiliki nilai lebih dibanding gedung konvensional biasa.

Di Indonesia, lembaga non government yang concern terhadap praktik green building sekaligus berfungsi untuk memfasilitasi transformasi industri bangunan global yang berkelanjutan adalah Green Building Council Indonesia (GBCI). Lembaga nirlaba yang didirikan sejak 2009 ini merupakan Emerging Member dari World Green Building Council (WGBC) yang berpusat di Toronto, Kanada. WGBC saat ini beranggotakan 97 negara dan hanya memiliki satu GBC di setiap negara.

Selain GBCI, Ikatan Ahli Bangunan Hijau Indonesia (IABHI) adalah salah organisasi yang getol mensosialisasikan gerakan bagunan hijau bagi kelangsungan hidup sejak tahun 2008. Iwan Prijanto, Ketua IABHI mengatakan, di Indonesia saat ini masih banyak bangunan yang kurang memperhatikan kaidah-kaidah bangunan hijau. Bahkan, bangunan yang memenuhi kaidah bangunan hijau di Jakarta jumlahnya tak lebih dari 10%. “Banyak yang menggadang-gadangkan green building atau go-green, tapi kenyataannya tidak,” ujar Iwan kepada Properti Indonesia beberapa waktu lalu.

Iwan menjelaskan, selama ini banyak masyarakat yang masih salah kaprah terkait konsep dari bangunan hijau. Dalam persepsi mereka bangunan hijau adalah bangunan yang dilengkapi dengan tanaman hijau ataupun di cat hijau. Padahal tidak demikian. Bangunan hijau adalah membangun bangunan dan kawasan yang dikelola dengan baik, disertai konektivitas dan memberikan dukungan bagi pejalan kaki.

Keberadaannya juga mampu menekan gas buang (emisi) kendaraan, pengelolaan limbah dan air, penggunaan material yang responsible, terbebas kontaminasi racun serta memiliki sistem pencahayaan dan sirkulasi udara yang baik.

“Dengan melakukan penerapan green building, akan menghasilkan output berupa jaminan juga kualitas bangunan yang lebih baik, apalagi untuk generasi ke depannya,” papar Iwan. Karena itu, dirinya berharap agar kaidah bangunan hijau harus dapat dirangkul oleh pemerintah dan pengembang demi terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan.

20 Gedung
Berdasarkan data yang dikeluarkan oleh GBCI melalui sistem rating yang dinamakan Greenship, saat ini baru sekitar 20 bangunan yang telah berhasil mendapatkan sertifikat hijau selama periode 2013–2018. Untuk kategori gedung bangunan lama yang sudah mengantongi sertifikat Greenship yakni AIA Financial, L’oreal Indonesia, Menteng Regency, Menara BCA, dan Gedung Sampoerna Strategic Square. Selanjutnya, Graha Telkom Sigma, Pacific Place, Sequis Center, dan Gedung Waskita.

Sementara itu, kategori bangunan baru yakni Distribution Center The Body Shop Indonesia, Kementerian PUPR, Kantor BI Solo, Alamanda Tower, dan Main Office Building PT Holcim Indo Tuban, Wisma Subiyanto, Green Office Park, Santa Fe Indo HO, United Tractors HO, AIA Central, dan Dusaspun Gunung Putri.

Gedung Kementrian PUPR bisa dibilang sebagai pioner green building di Indonesia. Gedung utama Kementerian PUPR ini mampu menghemat listrik hingga mencapai 42,94 persen dan penghematan air hingga mencapai 83 persen pada musim hujan dan 61 persen pada musim kemarau. Sementara itu, Gedung BI Solo mampu melakukan penghematan listrik mencapai 43,63 persen, penghematan air 74,66 persen.

Secara keseluruhan, dari 20 gedung yang telah mendapatkan sertifikat Green Building tersebut mampu melakukan penghematan konsumsi energi hingga 853 megawatt per tahun. Hal ini ekuivalen dengan pengurangan 605.000 emisi karbon dioksida (CO2) atau setara dengan US$68 juta penghematan per tahun. Sedangkan penghematan terhadap konsumsi air diperkirakanmencapai 1 miliar liter per tahun.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me