9 Cara Oke Bernegosiasi dengan Penjual Rumah

Big Banner
Foto: Rumah123/iStock

 

Membeli rumah merupakan sebuah keputusan yang dampaknya berjangka panjang dan berisiko tinggi karena melibatkan dana yang gak sedikit. Salah memutuskan, kamu bakal menyesalinya. Maka, kenali dulu cara bernegosiasi yang oke sebelum kamu berhadapan dengan si penjual rumah.

Supriyadi Amir dalam bukunya, Sukses Membeli Rumah Tanpa Modal, terbitan Laskar Aksara, menyebutkan kiat bernegosiasi dengan si penjual rumah yang bisa kamu terapkan:

Ke-1. Ketahui Harga Pasar

Kalau rumah pilihan sudah kamu temukan, pastikan harga yang ditawarkan pemilik rumah memang harga yang sebenarnya. Untuk tahu hal ini, kamu lebih dulu tahu harga pasaran rumah dengan tipe dan ukuran rumah yang sama di kawasan tersebut. Masukan pula penilaian kamu tentang kondisi rumah tersebut agar kalkulasi harganya gak meleset.

Baca juga: 8 Kesalahan Penjual Rumah yang Paling Sering Terjadi

Ke-2. Jangan Baper  

Kamu harus melihat rumah yang kamu taksir itu secara obyektif. Jangan baper (bawa perasaan) kalau sudah naksir berat gak mau pindah ke rumah yang lain. Pasalnya, bawa-bawa emosi saat negosiasi harga rumah gak bakal menguntungkan kamu.

Ke-3. Siap Berkompromi

Gak ada negosiasi tanpa kompromi. Tapi, dalam berkompromi usahakan agar kendali tetap di tangan kamu. Bersikaplah fleksibel. Ajukan harga tawaranmu setelah kamu melakukan survei. Biasanya kamu langsung tergoda dan segera memberikan nominal penawaran begitu kamu naksir berat sebuah rumah. Sebaiknya kamu gak melakukan itu. Manfaatkan 3-4 kali survei untuk analisis perhitungan sekaligus tarik-ulur dengan si penjual.

Baca juga: Meraup Untung Rp6,5 Miliar dari Penjualan Rumah Penyanyi John Legend, Mau Dong!

Ke-4. Dasar Penawaran dari Cash Flow

Setiap hendak melakukan penawaran, kamu perlu menghitung potensi keuntungan. Mulai perbandingan harga pasar, harga likuidasi, sampai harga transaksi. Dengan gitu, kamu bisa memperkirakan potensi cash back yang bisa kamu dapatkan. Selanjutnya, hitung potensi cash flow. Dari hasil perhitungan itulah kamu bisa beri penawaran yang pantas.

Ke-5. Tentukan Maksimal Penawaran

Negosiator yang baik adalah mereka yang sudah melakukan persiapan sebelum bernegosiasi. Dengan gitu, saat negosiasi berlangsung kamu sudah menentukan maksimal harga penawaran. Kalau si penjual tampak susah menerima harga maksimal penawaran kamu, sebaiknya negosiasi dihentikan supaya gak buang-buang waktu.

Ke-6. Jangan Jadi yang Pertama Menyebut Nominal Penawaran

Jangan pernah kamu menjadi pihak pertama yang menyebut nominal harga penawaran. Biarkan si penjual yang menyebutkannya hingga kamu tahu berapa batas akhir penawarannya. Biasanya setelah itu si penjual yang akan menanyakan batas harga penawaran kamu.

Baca juga: 10 Cara Agar Calon Pembeli Rumah Terkesan

Ke-7. Buat Rentang Harga Penawaran

Ketika kamu mengajukan penawaran, berikan angka lebih rendah dari harga transaksi yang diinginkan si penjual. Misalnya, transaksi di angka Rp1 miliar, maka ajukan penawaran pada kisaran Rp600 juta-Rp 800 juta. Jadi, ada rentang Rp200-400 juta yang bisa kamu gunakan untuk bernegosiasi.

Ke-8. Minta Waktu 3-4 Hari untuk Memutuskan

Biasanya ada ‘pengaruh’ broker atau si penjual saat pertama kali kamu melihat sebuah rumah. Kalau kamu emang gak punya pengetahuan lengkap mengenai properti, ya anggap aja itu pendapat si broker atau penjual, kamu jangan terlalu terpengaruh. Di sinilah pentingnya waktu 3-4 hari sebelum kamu memutuskan batas maksimal harga penawaran. Dalam kurun waktu tersebut, kamu dapat memanfaatkan waktu untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap.

Ke-9. Minta Tenggang Waktu Pembayaran

Setelah harga disepakati antara kamu dan si penjual, masih ada negosiasi lanjutan terkait dengan jangka waktu pembayaran. Pembiayaan yang dibantu oleh bank butuh waktu sekitar satu bulan. Jadi, kamu harus meminta tenggang waktu lebih lama untuk proses pencairan dana tersebut. Biasanya penjual akan memaklumi dan menerima permintaan tersebut.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me