End User Geser Konsumen Investor

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar properti di Indonesia hingga saat ini belum menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak melesu tahun 2014. Sepanjang 2010 – 2013 pasar booming karena gairah pemilik duit berinvestasi dalam properti, yang didukung kredit bank dengan bunga promo yang rendah dan persyaratan uang muka yang longgar.

Podomoro Golf View

Podomoro Golf View

Kendati masih lemah, beberapa pengembang menyebut tahun 2018 situasi pasar sudah lebih baik dibanding tahun lalu. Salah satu yang menyebut demikian adalah AVP Head Residential Marketing Division Agung Podomoro Land (APL) Agung Wirajaya. Ia menunjuk penjualan proyek-proyek residensial APL hingga Mei yang mencatat kenaikan di atas 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

“Secara grafik penjualan kami masih meningkat rata-rata di atas 10 persen selama periode Januari hingga Mei tahun ini. Makanya tahun 2018 kami optimistis bisa membukukan penjualan yang lebih baik. Kebutuhan kita akan produk properti masih sangat besar selain preferensi konsumen juga sudah berubah,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Senin (25/6).

Salah satu perubahan terpenting, jelas Agung, saat ini konsumen properti sudah lebih didominasi mereka yang ingin menghuni sendiri propertinya (end user). Karena perubahan preferensi itu, kalangan pengembang pun mengemas produk yang sesuai dengan kebutuhan konsumen tersebut.

Investor membeli produk properti untuk mengejar gain atau keuntungan dari harga jual dan karena itu mereka berlomba membeli saat harga perdana (prelaunching) dengan produk masih berupa gambar. Mereka tidak terlalu peduli dengan spesifikasi material bangunan dan hal teknis lainnya selama produk dinilai menawarkan prospek kenaikan harga yang tinggi setelah jadi nanti.

Karena itu pengembang pun menjadi lebih pragmatis, meluncurkan produk dengan jaminan kenaikan harga tinggi. Konsumen dibuat seperti tidak ada pilihan untuk segera membeli saat penawaran perdana karena dipastikan setelah itu harganya akan langsung meningkat. Sekarang hal seperti itu sudah sulit dilakukan pengembang.

“Sekarang eranya end user dan produk yang kita hadirkan disesuaikan dengan itu. End user itu bayar mahal nggak masalah selama produknya cocok dan mereka puas. Jadi sekarang produk yang kita buat arahnya yang bisa jadi solusi untuk kebutuhan mereka. Era jargon harga perdana pasti untung sudah lewat dan sepertinya nggak bakal balik lagi,” urainya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me