Geliat Properti Kemayoran Semakin Jor-Joran (2)

Big Banner

Bedasarkan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengusulkan Kemayoran, Jakarta Pusat, menjadi wilayah yang berpeluang sebagai kota baru dengan nama Kota Baru Bandar Kemayoran (KBBK). Bahkan keberadaanya masuk dalam program prioritas pemerintah sebagai 13 kota mandiri baru.

Direktur Rumah Umum dan Komersial Kementerian PUPR, Dadang Rukmana, menuturkan, pencanangan Kemayoran sebagai kawasan kota mandiri baru berawal dari pemanfaatan lahan Pemerintah di bekas Bandara Kemayoran yang berhenti beroperasi di 1985 dan terhenti karena menuai masalah.

Pada masa itu, kawasan yang sebelumnya dikelola oleh Perum Angkasa Pura tersebut diserahkan ke Sekretariat Negara yang kemudian dikelola oleh BPKK (Badan Pengelola Komplek Kemayoran) – kini berganti menjadi PPKK (Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran). Lahan ini memiliki empat sertifikat HPL tahun 1987. Setelah itu, di tahun 2002-2004 kawasan ini sempat mengalami pertumbuhan pesat yang ditandai pembangunan berbagai sektor properti, salah satunya apartemen.

Namun, sayangnya, hal tersebut tidak didukung dengan pembangunan pusat-pusat perkantoran sehingga kembali mati suri, dan rencana Kemayoran menjadi Kota Baru pun kandas. Selain karena tidak didukungnya pembangunan perkantoran, faktor lain yang disebut-sebut mempengaruhi lambannya pengembangan kawasan itu, yakni status kepemilikan lahan yang masih bersifat HPL (Hak Pengelolaan), tanah milik Sekretariat Negera (Sekneg).

Menurut Dadang Rukmana, perkembangan Kemayoran sebagai Kota Baru saat ini sudah mencapai pengajuan desain rencana pembangunan infrastruktur. “Semuanya sudah diusulkan Kementerian PUPR dengan desain rencana pembangunan infrastruktur. Tapi untuk grand design kami masih tunggu dari Bappenas,” ujar Dadang. Untuk menggarap master plan dan penandatanganan nota kesepahaman, sebut Dadang, pihaknya harus bekerjasama dengan pengembang yang menguasai lahan di masing-masing wilayah.

Saat ini ada beberapa pengembang besar yang menggarap Kawasan Kemayoran, antara lain; Ciputra Group, Agung Sedayu Group, Pikko Land, Central Cipta Murdaya Group, dan Hutama Karya Realtindo.

Ciputra Grup misalnya. Perusahaan pengembang besutan begawan properti Ir. Ciputra ini memilih mengembangkan Citra Towers, yaitu kawasan perkantoran seluas 1,8 hektar yang berlokasi di Jl. Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakarta Pusat. Proyek kerjasama antara Ciputra Group dan PT Pembina Sukses Utama (PSU) ini merangkum 2 tower perkantoran setinggi 28 lantai dan satu mezzanine, yang terbagi atas 2 zona dan dilengkapi 8 lift (low zone & high zone).

Ditahap awal, proyek yang mengedepankan sustainability concept dan menelan investasi sebesar Rp2 triliun tersebut akan dikembangkan sebanyak satu tower seluas 41 ribu m2. Semakin ekslusif, karena setiap lantainya hanya terdiri dari 12 unit dengan luasan mulai dari 70 m2 sampai 174 m2. Citra Towers sendiri beberapa waktu lalu telah menggelar topping off.

Hendry Tamzel, Director PT Ciputra Residence, menambahkan Citra Towers kapasitasnya disiapkan untuk menampung sebanyak 407 unit ruang perkantoran strata title. “Proyek perkantoran ini kami rancang untuk mengisi dua segmen pasar office.

Segmen pertama, typical floor untuk korporasi dan pebisnis mapan yang butuh ruang kantor dengan luas medium antara 105 m2 hingga 174 m2. Sementara, untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp37 juta per meter persegi,” katanya Selain itu, Hermina Group sejak 2015 lalu juga sudah merampungkan pembangunan 2 menaranya sebagai pusat perkantoran & bisnis serta rumah sakit bertajuk Hermina Tower. Mixed Use yang dibangun di atas lahan seluas 11.510 m2 ini telah mengoperasikan RS Hermina Kemayoran sejak April 2016 lalu.

Tidak hanya itu sebagai CBD, perkembangan Kemayoran sebagai lokasi hunian saat ini juga semakin berkembang. Berdasarkan survei yang dilakukan Lamudi, sepanjang tahun 2017, kawasan ini merupakan salah satu dari 5 lokasi yang paling banyak dicari penyewa apartemen di Jakarta.

Salah satu pengembang yang memfokuskan pada hunian di Kemayoran adalah KG Global Development melalui proyek apartemen The LINQ Residences. Hunian vertikal ini dikembangkan di atas lahan seluas 26,636 m2 dan merangkum 3 tower apartemen, townhouses, suites dan condotel LINQ. Apartemen ini dirancang dengan mengusung konsep ramah lingkungan yang memadukan pusat perbelanjaan, pendidikan, dan leisure seperti halnya kawasan di kota besar lainnya. Adapun, untuk pilihan unit yang ditawarkan terdiri dari tipe 1BR, dengan luas nett 31,38 m2, 2BA, luas nett 48,44 m2, 2BB, luas nett 54,76 m2, sampai tertinggi penthouse. Sementara, harga yang dibanderol mulai dari Rp850 jutaan. MPI RAG/Riz
(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com