Geliat Properti Kemayoran Semakin Jor-Joran (1)

Big Banner

Kawasan Kemayoran sejatinya hanyalah nama salah satu kecamatan di Jakarta Pusat. Kawasan ini mulai dikenal karena menjadi lokasi sebuah bandara yang bernama Bandar Udara Kemayoran. Namun, pada tahun 1992, Bandara Kemayoran resmi ditutup dan dialih fungsikan sebagai sebuah kawasan pemukiman.

Kemayoran yang dulu hanyalah nama sebuah kampung, sekarang telah berubah 180 derajat menjadi pusat kota baru Jakarta. Dengan lahan seluas 454 Ha, di mana lahan komersialnya menempati areal terbesar atau seluas 122 Ha, pemerintah membidik kawasan ini sebagai alternatif potensial pengembangan kawasan bisnis terpadu di Kota Jakarta.

Pertumbuhan Kemayoran awalnya belum sesuai dengan yang direncanakan, khususnya paska krisis global yang membuat Kemayoran seakan tertidur lelap tanpa adanya pembangunan berarti. Kondisi ini semakin klop dengan keengganan para pengembang untuk menggarap proyek di atas lahan berstatus hak pengelolaan lahan (HPL) yang dikuasai pemerintah.

Namun itu cerita dulu. Sebab, dalam kondisi kekinian, Koridor Kemayoran secara agresif telah melesat sebagai pilihan para investor yang ingin berekspansi maupun investasi di wilayah Jakarta. Salah satu yang cukup menonjol adalah berdirinya bangunan-bangunan pencakar langit baru, baik komersial maupun hunian dengan desain apik dan ramah lingkungan.
Sebagai sebuah kawasan pusat bisnis, Kemayoran memiliki segala hal yang dibutuhkan para investor, antara lain, aksesibilitas yang baik, harga lahan yang kompetitif, infrastruktur yang memadai, serta posisinya yang dikelilingi berbagai fasilitas publik utama seperti Bandara Soekarno – Hatta, Pelabuhan Tanjung Priok, dan juga pusat perdagangan seperti Mangga Dua, Pasar Baru, Segitiga Senen, Kelapa Gading, dan Sunter.

Kawasan ini menjadi destinasi wisata utama di Jakarta bertajuk Jakarta Fair (Pekan Raya Jakarta) yang digelar di Arena JIEXpo (Jakarta International Expo) Kemayoran. Arena ini merupakan sebuah pusat konvensi dan eksibisi yang sudah aktif sejak tahun 2010. Selain Pekan Raya Jakarta, Kemayoran juga merupakan tuan rumah bagi even berskala internasional seperti Java Jazz Festival hingga Djakarta Warehouse Project.

Teranyar, Kemayoran juga didapuk sebagai tuan rumah ASIAN Games, sebab di sini terdapat wisma atlet yang diperuntukkan bagi para olahragawan yang akan mengikuti perhelatan olah raga terbesar se-Asia tersebut.

Direktur PT Ciputra Residence, Nararya Sastrawinata mengatakan, saat ini kawasan Kemayoran menjadi perhatian para pengembang (developer) besar, mengingat lokasi pengembangan bisnis di wilayah Jakarta yang ada semakin terbatas.

Karena itu, pihaknya memprediksi jika dalam waktu 5 tahun kedepan, konstelasi bisnis properti di Kemayoran akan tumbuh pesat. “Berdasarkan fakta – fakta tersebut, kami prediksikan Kemayoran akan melonjak menjadi Smart District yang modern, terpadu, nyaman, aman serta ramah lingkungan, sehingga dapat mendorong nilai jual kawasan Kemayoran di masa yang akan datang,” ujar Nararya, optimis.

Berdasarkan beberapa katalisator properti tersebut, maka tak heran bila kini harga lahan di kawasan Kemayoran terus merangkak naik. Saat ini rata-rata harga lahan mencapai Rp18-Rp30 juta per meter persegi, tergantung lokasi. Misalnya di kawasan Sunter yang berhimpitan langsung dengan Kemayoran, harga tanahnya kini sekitar Rp 20 juta – Rp 25 juta per meter persegi. Padahal, sekitar tiga tahun lalu, harga lahan di Kemayoran masih berkisar Rp8-Rp15 juta per meter persegi.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me