Trend Bisnis Penyewaan Apartemen di Jakarta (2)

Big Banner

Portal properti Lamudi sepanjang tahun 2017 lalu mengadakan survei untuk mengetahui daerah mana saja yang paling banyak di cari oleh penyewa apartemen menyebutkan adalah Kelapa Gading dengan rata-rata pencari mencapai 1.820 orang per bulan dengan harga rata-ratanya mencapai Rp3,13 juta per bulan.

Posisi kedua area yang paling banyak dicari oleh penyewa apartemen di Jakarta adalah Kalibata dengan rata-rata pencari 1.740 orang per bulan, disusul Kemayoran dengan total pencarian 1.330 per bulan, lalu Sunter dengan 1.110 pencarian dan Kuningan dengan rata-rata pencarian 809 orang.

Managing Director Lamudi Indonesia, Mart Polman, menyatakan bahwa daerah Kelapa Gading banyak dicari oleh penyewa apartemen karena kawasan ini dinilai cukup strategis dekat dengan pusat perkantoran dan pusat perbelanjaan.

Mart juga mengatakan bagi masyarakat perkotaan tinggal di apartemen merupakan solusi cerdas untuk menghidari kemacetan di Jakarta, sehingga dapat menghemat waktu perjalanan untuk menuju lokasi kantor.

“Tinggal di apartemen sangat cocok bagi mereka para profesional muda yang menuntut kepraktisan dan kemudahan,” kata Mart.

Tingginya minat masyarakat untuk tinggal di kawasan Kelapa Gading juga tidak lepas dari banyaknya fasilitas yang ada di Kelapa Gading, mulai dari fasilitas untuk memenuhi kebutuhan pokok sampai kepada fasilitas hiburan dan rekreasi.

Kawasan Kelapa Gading yang dulunya hanya rawa-rawa kini telah menjadi kawasan hunian dan bisnis. Sejumlah pengembang, seperti PT Summarecon Agung Tbk., PT Agung Podomoro Land Tbk., PT Bangun Cipta Sarana, PT Graha Rekayasa Abadi, PT Pangestu Luhur, PT Nusa Kirana, Agung Sedayu berlomba membangun kawasan ini.

Tak ayal, kini Kelapa Gading tumbuh menjadi kota mandiri yang disesaki dengan sejumlah pusat bisnis dan hunian bergengsi dengan segala macam pendukungnya, seperti Mal Kelapa Gading, Mal Artha Gading, dan Mall of Indonesia (MOI). Ratusan ruko berjajar di sepanjang jalan utama. Sekitar 65% penduduknya adalah warga keturunan Tionghoa.

Hal ini dilatarbelakangi oleh tuntutan masyarakat akan kenyamanan yang semakin besar. Orang cenderung tinggal di kota atau daerah yang memberikan fasilitas lengkap. Intinya mereka tidak mau jauh-jauh dari kegiatan hidup sehari-hari seperti bekerja, berbelanja, kegiatan sosial, beribadah, dan sekolah.

PT Summarecon Agung Tbk. (SMRA) kini mulai fokus menggarap bisnis hunian vertikal di daerah Kelapa Gading. President Director PT Summarecon Agung Tbk. Adrianto P Adhi mengatakan saat ini perusahaan ingin mengatasi keterbatasan lahan dengan menggenjot bisnis hunian vertikal di Kelapa Gading.

Dia berpendapat sejumlah proyek eksisting seperti Apartemen Kessington menjadi salah satu fokus utama perusahaan. “Saat ini tidak ada lahan yang siginifikan, Apartemen Kessington sudah dalam proses serah terima,” ujar Adrianto P. Adhi.

Menurut Jemmy Kusnadi, Corporate Secretary Summarecon Agung di Kelapa Gading sendiri saat ini SMRA masih memiliki sekitar 8 hektar untuk dikembangkan menjadi hunian baru. Dia yakin daerah ini akan memiliki permintaan yang tinggi seiring dengan kehadiran moda transportasi baru yaitu light rapid transit (LRT).

“Ke depannya kita sangat mungkin tidak mengembangkan lagi landed house tetapi vertikal. Kemudian untuk Apartemen Kessington sendiri terdiri dari 4 tower rencananya diserahterimakan akhir tahun ini bertahap,” ungkapnya.

Landed house juga tidak lagi memungkinkan dibangun di kawasan Kalibata, Kemayoran, Sunter,dan Kuningan sehingga ke depan hunian vertikal akan terus dibangun di kawasan yang diminati penyewa apartementersebut. Dan masyarakat pun akan terus memburu apartemen.

Dikutip dari Rumah.com Property Affordability Sentiment Index yaitu survei yang dilakukan Rumah.com bersama lembaga survei Singapura, Intuit, menunjukkan 59% responden berusia 20-39 tahun tertarik membeli apartemen dalam enam bulan ke depan. Minat yang lebih tinggi lagi ditunjukkan oleh generasi selanjutnya. Sebanyak 61% responden usia 40-60 tahun menyatakan berminat membeli apartemen dalam enam bulan ke depan.

Ada pun tingginya minat terhadap apartemen ini tidak lepas dari karakter apartemen, yakni hunian dengan harga yang relatif terjangkau dan berada di lokasi yang strategis. Dengan demikian, apartemen bisa dimanfaatkan juga sebagai investasi.

Menurut Head of Marketing Rumah.com, Ike Hamdan dari sudut pandang konsumen milenial, apartemen adalah properti yang menarik. Letaknya yang strategis mendukung karakter mereka yang aktif dan dinamis. Apartemen biasanya terletak tak jauh dari pusat hiburan serta mudah menjangkau akses transportasi. Harganya juga masih bisa dijangkau oleh mereka yang berpenghasilan di bawah Rp10 juta.

“Sementara dari sudut pandang generasi yang lebih tua, mereka yang sudah mapan membidik apartemen sebagai sarana investasi. Kenaikannya lebih pesat jika dibandingkan rata-rata kenaikan rumah tapak. Apartemen juga relatif lebih mudah disewakan ketimbang rumah tapak,” pungkas Ike. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com