LRT City Targetkan Penjualan Rp1 Triliun Tahun Ini

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Proyek transportasi kereta ringan atau light rail transit (LRT) menjadi berkah tersendiri bagi PT Adhi Karya Tbk selaku kontraktornya. Melalui anak usahanya PT Adhi Commuter Properti (ACP), Adhi Karya mengembangkan proyek hunian vertikal terpadu terintegrasi transportasi massal berkonsep transit oriented development (TOD) di setiap stasiun LRT itu dan moda transportasi umum lain di lokasi berbeda di bawah brand LRT City.

LRT City Jaticempaka

LRT City Jaticempaka

ACP adalah anak perusahaan baru Adhi Karya yang baru terbentuk awal Juli 2018 dari sebelumnya berupa Departemen TOD dan Hotel Adhi Karya. Menurut Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, ada banyak potensi yang bisa diambil dari pengembangan proyek transportasi masal LRT melalui LRT City yang dikembangkan ACP.

“Kami sudah membangun tiga proyek LRT City di Eastern Green Bekasi Timur, Royal Sentul Park di Sentul (Bogor), dan Gateway Park Jaticempaka di Bekasi, dan semuanya direspon pasar sangat bagus. Menyusul empat lagi dalam waktu dekat, yaitu Urban Signature di Ciracas (Jakarta Timur), Oase Park Ciputat (Tangerang Selatan), Cisauk Point di Cisauk (Tangerang, Banten), dan office MTH 27 di Cikoko (Jakarta Selatan). Dengan tujuh proyek ini kami menargetkan pendapatan Rp1 triliun tahun ini,” katanya saat temu media di Jakarta akhir pekan lalu.

Hingga Juni 2018, ACP mengklaim telah meraih penjualan Rp153 miliar dari tiga proyek pertama itu. Amrozi sangat optimistis target Rp1 triliun bisa tercapai tahun ini dengan tambahan empat proyek yang segera diluncurkan. Beberapa proyek barunya juga direspon sangat baik dengan penjualan nomor urut pendaftaran (NUP) yang telah melebihi dari unit yang ditawarkan.

Tujuh lokasi proyek LRT City ini mencakup luasan mencapai 436.694 m2 dengan total investasi mencapai Rp12 triliun. Berkaca pada kesusksesan proyek LRT di Jepang, Singapura, dan Hongkong, harga unit hunian di LRT City disebut masih tergolong murah dengan pengembangan yang akan berlangsung jangka panjang, sehingga potensi peningkatan nilai investasinya juga akan sangat tinggi.

“Ada banyak hal yang membuat kami optimistis dengan pengembangan proyek LRT City karena ini akan menjadi kebutuhan masyarakat urban. Jadi kami akan fokus pada pengembangan proyek yang didukung transportasi masal. Hingga tahun 2022 kami menargetkan membangun 22 kawasan LRT City sekaligus persiapan kami menjadi perusahaan terbuka (Tbk),” urainya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com