Kejar Target Gunakan Strategi Jual Borongan (2)

Big Banner

Sementara itu, pengembang swasta yang juga terus mengincar bulk sales adalah PT Sentul City Tbk. (BKSL), PT Metropolitan Development Tbk. (MTLA), PT Modernland Realty Tbk.(MDLN), PT Wika Realty, dan PT Graha Loka Pangestu. Selain menjual unit dalam jumlah banyak, mereka juga meraih bulk sales dari penjualan lahan.

“Kami memasang target pendapatan dan laba cukup tinggi karena kami akan ada transaksi yang sangat besar yang sudah mundur sejak lama,” kata Keith Steven Muljadi, Presiden Direktur PT Sentul City Tbk.. Tahun 2018 BKSL mematok pendapatan sebesar Rp3,2 triliun atau tumbuh 113,3% dibandingkan dengan target tahun 2017 sebesar Rp1,5 triliun. Sementara laba tahun 2018 ditargetkan sebesar Rp1 triliun.

BKSL, kata Steven, memang sedang mendorong penjualan tanah kavling belakangan ini sebagai strategi perusahaan. Pada kuartal II 2017 lalu, BKSL berhasil menjual tanah kavling seluas 10 ha kepada Sampoerna University. Lahan tersebut akan dipakai untuk pengembangan prasarana pendidikan. “Kami akan terus melakukan penjajakan dengan investor dalam penjualan tanah kavling untuk mempercepat pengembangan serta memberi nilai tambah bagi Sentul City,” kata Steven.

Sepanjang tiga bulan pertama 2018, BKSL telah berhasil mencatatkan marketing sales sekitar Rp300 miliar-Rp400 miliar dan hampir separuh disumbang dari penjualan lahan. Bayu Prabowo, Investor Relation PT Sentul City Tbk mengatakan, pihaknya mencatatkan penjualan lahan kavling dengan nilai 47% dari pencapaian marketing sales kuartal I-2018. “Lahan tersebut dijual ke perusahaan lokal,” ungkapnya.

Pengembang lainnya, PT Modernland Realty Tbk. (MDLN) pada kuartal I-2018 juga melakukan penjualan lahan ke anak usaha senilai Rp1,1 triliun. Perusahaan ini membentuk perusahaan patungan bersama dengan PT Waskita Realty bernama PT Waskita Modern Realty sejak kuartal I-2018 lalu. Entitas baru inilah yang akan mengembangkan lahan seluas 349 ha menjadi Toll Road City Bekasi.

Penjualan tersebut menjadi pendongkrak capaian marketing sales PT Moderland Realty Tbk. yang sepanjang kuartal I-2018 mencapai Rp1,9 triliun, Capaian tersebut setara 54,2% dari total target yang dipatok perusahaan tahun ini yaitu sebesar Rp3,5 triliun.

Tahun lalu MDLN juga meraih penjualan tanah senilai Rp3,17 triliun, melalui anak usahanya yakni PT Mitra Sindo Makmur (MSM) yang menjual tanah seluas 556.577 m2 kepada PT Astra Modern Land (AML). Lalu akta inbreng yakni MSM mengalihkan kepada AML dengan cara inbreng beberapa bidang tanah seluas 109.341 m2.

AML merupakan perusahaan patungan yang ditelurkan PT Astra Land Indonesia bersama MDLN melalui anak usahanya MSM dengan porsi saham masing-masing 50% yang kemudian mengembangkan township Asya di Jakarta Timur seluas 70 ha. Pengalihan tanah kepada AML berdasarkan akta-akta jual beli tanah dan juga inbreng berdampak pada meningkatnya kinerja keuangan MDLN pada tahun 2017 lalu, karena ada peningkatan penjualan tanah perseroan.

Sementara di tahun 2016, MDLN berhasil meraih penjualan lahan 8,5 ha di kawasan Jakarta Garden City kepada AEON Mall untuk dikembangkan menjadi pusat perbelanjaan dan lahan seluas 1,5 ha Mayapada Hospital seluas 1,5 ha yang rencananya akan dibangun rumah sakit enam lantai beserta basement dengan luas bangunan 17.095 m2 dan akan menyediakan 212 unit tempat tidur.

PT Metropolitan Land Tbk (MTLA) alias Metland juga mengandalkan penjualan lahan komersial pada tahun ini sebagai strategi untuk mendorong pertumbuhan marketing sales. Sepanjang Januari hingga pertengahan Mei 2018, MTLA telah mengantongi marketing sales Rp140 miliar dari penjualan lahan kavling komersial. Lahan-lahan yang dijual yaitu di Metland Cyber City Tangerang dan Metland Cibitung.

Direktur Keuangan MTLA Olivia Surodjo mengungkapkan, total lahan yang sudah dijual sekitar 3-4 ha. Salah satunya dijual ke Rumah Sakit Hermina seluas 1 ha di Metland Cibitung. “Selain itu, kami juga tengah negosiasi penjualan lahan untuk sekolah di Metland Cileungsi dan Transyogi masing-masing 2 ha dan 9.000 m2,” katanya.

Saat ini, MTLA masih memiliki lahan cadangan atau landbank sekitar 700 ha. Jumlah lahan ini tersebar di beberapa lokasi proyek eksisting perusahaan dan lokasi baru yang belum dikembangkan. Tahun ini, perusahaan masih akan mengakuisisi lahan sehingga akhir tahun nanti perusahaan akan memiliki lanbank lebih dari 800 ha.

Untuk akuisisi lahan, MTLA berencana menaikkan capex menjadi Rp1 triliun dari anggaran semula sebesar Rp 600 miliar. Hingga April, serapan capex perusahaan sudah mencapai Rp163 miliar, yang semuanya dipakai untuk ekpansi lahan.

Sementara PT GrahaLokaPangestu (GLP), pengembang apartemen khusus perempuan Female di Jalan Raya Margonda, Kota Depok, menggandeng Keluarga Alumni Universitas Pancasila (KAUP) untuk memasarkan 100 unit apartemennya. Lokasi proyek berada dekat kampus UI dan tidak jauh dari Universitas Pancasila serta Universitas Gunadarma. Sebelumnya GLP sudah meneken kerjasama serupa dengan Ikatan Alumni Universitas Indonesia (Iluni) untuk memasarkan 200 unit pada November tahun lalu. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com