Kejar Target, Gunakan Strategi Jual Borongan (1)

Big Banner

Majalah Properti Indonesia edisi juli 2018 menurunkan ulasan tentang Bulk sales atau jual borongan unit-unit properti. Strategi ini tidak hanya akan mendorong penjualan tetapi juga bisa memperkuat arus kas dan kualitas neraca keuangan perusahaan. Sebab pembayaran uang muka saja sudah bisa langsung dicatatkan menjadi pendapatan.

Kondisi pasar properti yang kurang bagus beberapa tahun belakangan membuat pengembang properti menjalankan beragam strategi agar bisa meraih penjualan yang baik. Salah satunya dengan meraih bulk sales atau penjualan borongan kepada sejumlah perusahaan di samping pemasaran unit kepada individual ataupun investor.

Melalui bulk sales, selain memper cepat pencapaian target penjualan, perusahaan juga bisa menekan biaya pemasaran sekaligus risiko tidak terjual. Pengembang yang gencar meraih penjualan gelondongan adalah PT PP Properti Tbk.. Pada Mei lalu, mereka berhasil mencatatkan penjualan proyek secara borongan senilai Rp2,1 triliun kepada satu investor.

PP Properti menyatakan berhasil menjual tiga tower di tiga proyek yang berbeda di Surabaya ke satu investor strategis yaitu PT Arvada Investama yang merupakan perusahaan asing yang bergerak di bidang pengelolaan properti. Ketiga tower ini adalah Grand Shamaya (tower 2), Grand Dharmahusada (tower 2), dan Grand Sungkono (tower 4).

Emiten dengan kode saham PPRO di Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Arvada Investama telah meneken financial closing penjualan tersebut pada 13 Mei 2018. Pencapaian bulk sales tersebut setara 73% dari total target PPRO tahun ini. Sementara diluar transaksi itu, PP Properti telah mencatatkan penjualan pemasaran secara ritel sekitar Rp703 miliar. Dengan tambahan penjualan bulk sales sebesar Rp2,1 triliun, maka PPRO telah meraih pra penjualan atawa marketing sales sekitar Rp2,8 triliun.

Dengan begitu PT PP Properti Tbk. bakal mudah memenuhi target marketing sales tahun 2018 sebesar Rp3,8 triliun. “Dengan penjualan bulk sales itu, kami semakin optimistis bisa mencapai target yang sudah ditetapkan tahun ini,” kata Indaryanto, Direktur Keuangan PPRO.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti mengatakan, penjualan borongan merupakan strategi bisnis perusahaan untuk menggenjot penjualan tahun ini. Bulk sales tidak hanya akan mendorong penjualan tetapi juga bisa memperkuat arus kas dan kualitas neraca keuangan perusahaan. Sebab pembayaran uang muka saja sudah bisa langsung dicatatkan menjadi pendapatan.

Selain penjualan ke Arvada Investama, PP Properti juga tengah menjajaki transaksi penjualan borongan ke investor lain, yaitu pembangunan perumahan untuk karya wan Antam di Tangerang Selatan dengan nilai Rp150 miliar, penjualan apartemen Begawan tower 2 senilai Rp250 miliar ke PT Dipa Karya Sejahtera, proyek Lamozi Tower 1 di Margonda senilai Rp250 miliar ke PT Samander Bisnis Nusantara (SBN), proyek Lomozi di Margonda yang direncanakan akan mulai diluncurkan tahun ini serta penjualan satu tower apartemen di kawasan Bandara Kertajati dengan salah satu maskapai penerbangan.

Pengembang pelat merah lainnya yang juga terus mengincar bulk sales adalah PT Wika Realty. Presiden Direktur PT Wika Realty Agung Saladin mengungkapkan penjualan kepada sejumlah perusahaan dirasakan lebih mampu mempercepat laju penjualan. Perusahaan menerapkan penjualan bulk sales di Balikpapan, Manado, Bali, serta Bandung kepada korporasi BUMN ataupun swasta.

“Penjualan secara bulk sales juga akan menguntungkan sejumlah perusahaan yang hendak mengembangkan bisnis properti. Mereka membeli produk yang sudah ada dan langsung mengembangkannya,” kata Agung Saladin.

Tahun lalu Patraland, anak usaha PT Pertamina melalui PT Patra Jasa mengakuisisi proyek Tamansari Amarta Yogyakarta yang dikembangkan Wika Realty. Selain itu juga mengakuisisi proyek apartemen Tamansari Urbano di Bekasi dari Wika Gedung. Nilai akuisisi kedua proyek tersebut mencapai sekitar Rp1 triliun.

Akuisisi dilakukan karena PT Patra Jasa ingin menjadi pengembang besar dalam lima tahun ke depan dengan target aset bisa mencapai Rp7 triliun. “Harapan kami memang mau rebranding dan itu kalau digarap dari awal butuh waktu dua sampai tiga tahun. Jadi syarat untuk mempercepat rebranding dengan cara akuisisi seperti yang dilakukan Pertamina selama ini untuk mempercepat pertumbuhan, “ kata Teddy Kurniawan Gusti, SVP Strategi Planning Patra Jasa.

Teddy menambahkan, Patra Jasa akan terus melakukan ekspansi pengembangan properti dengan fokus pada segmen menengah. Proyek-proyek yang akan dibangun tidak hanya terfokus di highrise building tetapi juga akan membangun rumah tapak. Untuk mewujudkan mimpinya menjadi pengembang besar dengan aset tumbuh 453% dari posisi saat ini yang baru mencapai Rp1,2 triliun dalam lima tahun ke depan, Patra Jasa juga akan terus melakukan sinergi dengan induknya dan juga dengan perusahaan BUMN lain.

Akuisisi juga dilakukan pengembang plat merah PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) untuk terus melakukan ekspansi bisnis properti. Yang teranyar, pengembang ini akan memperlebar sayapnya ke Depok dengan mengakuisisi proyek apartemen bertajuk Logios Depok. Waskita Realty telah meneken Perjanjian Pengikatan Jual Beli Saham (PPJB) dengan PT Green Orchid Berkah Madani (GOBM) dalam rangka akuisisi saham PT Mitra Megah Development (MMD) selaku pengembang apartemen Logios.

Proyek apartemen Logios Depok akan dibangun di lahan seluas 8.149 m². Rencananya proyek ini akan merangkum tiga menara apartemen dengan total kapasitas 1.640 unit. Pengembangannya ditaksir akan menelan investasi Rp800 miliar. Direktur Utama PT Waskita Karya Realty Tukijo mengatakan, akuisisi apartemen Logios tersebut dilakukan guna meningkatkan portofolio perusahaan.

“Selain itu, pengembangan bisnis ini juga sejalan dengan rencana jangka panjang perusahaan untuk selalu memberikan nilai tambah kepada para pemangku kepentingan dan memenuhi kebutuhan hunian yang sesuai dengan segmen pasar di Kota Depok,” kata Tukijo.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com