Belum Ada Contoh Kawasan TOD, LRT City Janjikan Ini

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pembangunan proyek kereta ringan atau light rail transit (LRT) oleh BUMN PT Adhi Karya (Persero) Tbk langsung diikuti dengan pengembangan proyek hunian terintegrasi transportasi itu, yaitu LRT City. LRT City akan dibangun di setiap stasiun LRT oleh PT Adhi Commuter Properti (ACP), anak perusahaan Adhi Karya.

LRT City Jaticempaka

LRT City Jaticempaka

Proyek LRT City yang ditawarkan sebagai sebuah kawasan transit oriented development (TOD) yang mempertemukan aneka moda transportasi umum di lokasi, cukup gencar ditawarkan ACP. Proyek TOD LRT City disebut untuk memaksimalkan potensi bisnis properti yang muncul dari adanya proyek LRT. Di sisi lain kita sendiri belum memiliki kisah sukses pengembangan proyek TOD.

Menurut Direktur Utama ACP Amrozi Hamidi, saat ini pihaknya berpatokan pada Pergub DKI Jakarta No. 4 Tahun 2017 terkait konsep kawasan TOD. Memang belum ideal selain belum ada contohnya di perkotaan Indonesia. Namun ia meyakini konsep TOD bisa diterima, bahkan akan menjadi kebutuhan utama masyarakat perkotaan ke depan.

“Jadi kita memutuskan untuk jalan saja dulu dengan konsep TOD yang ada sambil menunggu aturan yang masih digodok pemerintah. Kalau kita masih menunggu, kapan mau jalannya. Sementara progres proyek LRT terus berjalan, kita mulai sambil terus belajar dan mengedukasi masyarakat,” katanya kepada housing-estate.com di Jakarta, Jumat (27/7).

Amrozi menjelaskan, terkait aturan di Pergub intinya ada beberapa prinsip yang harus dihadirkan di kawasan TOD. Prinsip tersebut, yaitu desain kawasan yang mixed use (memadukan beberapa fungsi bangunan dalam satu kawasan), compact (berdekatan), shift (mendorong perpindahan dari kendaraan pribadi ke umum), radius jalan kaki di lokasi untuk mencapai angkutan umum maksimal 800 m.

Prinsip-prinsip ini untuk mendukung sebuah kawasan yang walkable, connected, no motorized, density, dan compact. Konsep-konsep ini akan terus disesuaikan dan disempurnakan seiring progres pengembangan proyek LRT City. Pada akhirnya masyarakat akan dimudahkan terkait hunian, fasilitas komersial, hingga sarana transportasinya.

“Kita juga belajar dan survei ke Singapura, Hongkong, Jepang, yang konsep TOD-nya sudah bagus dan itu ingin kita terapkan. Kalau masyarakat yang berlokasi di pinggiran mendapatkan kemudahan dan kepastian waktu transportasi menuju pusat bisnis, itu kan yang paling dibutuhkan kalangan urban sekarang. Makanya kita juga edukasi terus konsep TOD ini,” bebernya.

Saat ini ACP tengah memasarkan tujuh proyek LRT City. Yaitu, Eastern Green Bekasi Timur, Royal Sentul Bogor, Gateway Park Jaticempaka (Bekasi), Urban Signature Ciracas (Jakarta Timur), Oase Park Ciputat (Tangerang Selatan), Cisauk Point (Tangerang), dan perkantoran MTH 27 Jakarta Timur. Unit apartemennya ditawarkan seharga mulai dari Rp200 jutaan/unit.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com