Peta Pengembangan Industri di Wilayah Jateng dan Jatim

Big Banner

Disamping Jawa Barat, Jawa Tengah pun ikut bergegas membangun kawasan industri. Ada tujuh daerah yang telah masuk dalam kategori kawasan pengembangan industri (KPI) seperti Kabupaten Kendal, Kota Semarang, Kabupaten Demak, Kabupaten Rembang, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Rembang, Kabupaten Brebes.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jateng Arif Sambodo mengatakan, rencana pengembangan kawasan industry salah satu syaratnya wajib menyediakan lahan seluas minimal 50 hektar dan berupa hamparan tanah datar. Aturan itu, itu tertuang dalam pedoman teknis kawasan industri dari Kementerian Perindustrian dan Peraturan Pemerintah Nomor: 24 tahun 2009 tentang kawasan industri. Kawasan industri wajib memiliki sarana dan prasaran dasar seperti akses jalan yang dapat memenuhi kelancaran arus transportasi kegiatan industri, ketersediaan sumber energi dan air baku.

Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jateng Frans Kongi mengatakan pengusaha di Jateng sangat senang dengan dukungan pemerintah memajukan industri di Jateng. Pasalnya, pembangunan serta peremajaan kawasan industri akan menguntungkan pengusaha. Maklum, saat ini kawasan industri masih terpusat di Eks Karesidenan Semarang dan Eks Karesidenan Soloraya, sebab daerah tersebut merupakan denyut nadi ekonomi Jateng.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto menuturkan Jateng merupakan daerah potensial untuk pengusaha melakukan investasi. Hal ini didukung oleh sejumlah kawasan industri baru seperti Kawasan Industri Kendal (KIK) yang tengah maju pesat.

Selain itu, Jateng juga dinilai sebagai basis nasional industri garmen dan tekstil serta sepatu. Menperin pun telah berkoordinasi dengan negara lain untuk membahas tarif masuk produk garmen dan tekstil. “Kami dukung habis-habisan pengembangan industri di Jateng seperti beberapa perusahaan di Boyolali yang sudah melakukan ekspansi ke luar negeri. Pemerintah juga memberikan banyak fasilitas untuk pengusaha seperti kemudahan perizinan,” pungkasnya.

Sementara itu, pembangunan kawasan industri di Jawa Timur juga sudah dimulai. Pemkab Ngawi, Jawa Timur, menawarkan 2.000 ha lahan untuk kawasan industri terkait dengan telah dibangunnya tol dan tengah dibangunnya Bandara Kediri.

Namun, karena keterbatasan volume APBD Kab. Ngawi yang hanya mencapai Rp2 triliun di 2018, pembiayaan proyek akan diajukan ke pemerintah maupun Pemprov Jatim. Selain itu, pembangunan maupun pembebasan untuk kawasan industri nantinya diserahkan ke swasta. Pihaknya sudah melakukan pendekatan dengan calon investor, seperti PT Jababeka, untuk bersedia membangun kawasan industri di Kab. Ngawi.

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me