Tokyu Land: Kalau Bisa Pengembang Asing Jangan Masuk Indonesia Lagi

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Indonesia telah menjadi pasar yang sangat menarik bagi perusahaan asing untuk pengembangan bisnis properti. Perusahaan pengembang asing dari Singapura, Cina, Jepang, Malaysia, hingga Australia telah masuk dan mengembangkan bisnis propertinya di sini. Segmen pasar yang disasar juga makin beragam mulai dari yang premium hingga kelas menengah ke bawah.

Branz Apartment BSD

Branz BSD Apartment

Menurut Keiji Saito, Presiden Direktur Tokyu Land Indonesia (TLI), pengembang proyek apartemen Branz BSD City Serpong (Tangerang Selatan-Banten), Branz Simatupang (Jakarta Selatan), dan dua proyek lainnya di Mega Kuningan (Jakarta Selatan) dan Jakarta Barat, masuknya pengembang asing ke Indonesia tidak bisa dihindari. Perusahaan asing masuk ke Indonesia karena terpesona oleh pasar di sini.

“Kalau saya maunya asing itu sudah tidak perlu masuk lagi ke Indonesia, karena membuat persaingan menjadi lebih ketat. Tapi, mau bagaimana lagi kalau mereka mau mengembangkan bisnis di sini karena tertarik dengan pasar yang sangat baik. Itu membuat kita sesama pemain asing, bahkan dari satu negara Jepang, harus lebih kreatif dan inovatif menciptakan produk yang paling sesuai dan dibutuhkan pasar setempat,” katanya kepada housing-estate.com saat media visit Branz BSD City di lokasi proyek, Rabu (1/8/2018).

Jepang disebut Keiji merupakan negara yang sudah lebih dulu mengalami pasang surut bisnis properti khususnya apartemen. Ada begitu banyak pengalaman yang sudah dirasakan dan dialami Tokyu Land sebagai perusahaan pengembang terkait dengan pasang surut itu, dan pengalaman ini dibawa untuk pengembangan bisnis properti di Indonesia.

Tokyu Land sebagai korporasi tunggal masuk ke Indonesia tahun 2012 saat bisnis properti di Indonesia masih sangat baik. Sejak tahun 2015 baru terasa bisnis properti melemah yang disiasati dengan membuat produk apartemen tipe 1-2 kamar supaya harganya lebih terjangkau. Situasi di Jepang pun seperti itu, saat ekonomi melemah yang lebih laku unit  berukuran kecil. Namun, seiring membaiknya perekonomian, pasar kembali melirik unit-unit yang lebih besar.

“Kami yakin situasi di sini juga akan seperti itu. Apalagi di sini masih sangat banyak faktor pemicu kenaikan bisnisnya seperti proyek infrastruktur yang masih terus berkembang dan ajang Asian Games 2018. Jadi, walaupun persaingan lebih ketat, pasar masih sangat besar sehingga tinggal bagaimana kita menyiapkan produk yang tepat,” jelas Keiji.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com