Gedung Ini Dihiasi Air Terjun Setinggi 108 Meter

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Dampak booming-nya bisnis properti di Tiongkok sekitar 6-7 tahun yang lalu bukan cuma ramainya gedung-gedung pencakar langit, juga munculnya aneka desain gedung. Salah satu yang menghebohkan adalah gedung markas besar stasiun televisi pemerintah, The China Central Television (CCTV), di Beijing yang didesain oleh tim arsitek OMA. Bentuknya tidak biasa, sampai-sampai banyak orang menyebutnya mirip celana dalam raksasa.

(Foto: Straitstimes)

(Foto: Straitstimes)

Sejatinya gedung ini berupa dua menara yang dibuat miring dan saling dihubungkan di bagian tengah dan atapnya dengan konstruksi menggantung. Munculnya beragam desain gedung tinggi itu membuat pusing Presiden Tiongkok Xi Jinping. Sampai-sampai tahun 2014 ia menghimbau para pengembang untuk stop membangun gedung dengan bentuk aneh.

Salah satu sisa gedung yang aneh (unik tepatnya) tersebut adalah gedung Liebian International yang berlokasi di pusat distrik keuangan Guiyang, sebelah barat daya Tiongkok. Sisi luar gedung setinggi 121 meter itu dihiasi air terjun setinggi 108 meter. Ini disebut-sebut sebagai air terjun buatan tertinggi di dunia, mengalahkan air terjun di Solar City Tower di Rio de Janeiro, Brazil, yang tiga meter lebih rendah.

Gedungnya yang merangkum tiga fungsi (perkantoran, pertokoan dan hotel mewah) memang belum rampung, tapi air terjunnya sudah beroperasi sejak dua tahun lalu. Tangki airnya berada di basement. Untuk mendorongnya hingga ke lantai setinggi itu, dibutuhkan pompa berdaya 185 kW.  Untuk mengoperasikan pompa tersebut dibutuhkan biaya sekitar 800 yuan per jam atau setara Rp1,7 juta per jam. Jangan heran kalau banyak yang mengkritiknya, hiasan itu hanya buang-buang energi dan uang. Pengembang meresponnya dan kemudian hanya mengoperasikan air terjun itu saat-saat tertentu, itu pun hanya 10-20 menit.

Namun, sebelumnya pihak pengembang berdalih, air terjun itu bisa dipakai sebagai penarik wisawatan ke kota tersebut. Idenya sendiri datang dari Zhou Songtau yang tak lain pemimpin Ludi Industry Group, pengembangnya. Salah seorang juru bicara Ludi mengatakan, “Guiyang adalah kota pegunungan dengan banyak pepohonan. Pemimpin kami menginginkan nuansa hijau itu tetap terasa meskipun kita berada di antara gedung-gedung pencakar langit.” Gedung ini, lanjutnya, punya tangki air yang ditanam di basement sedalam empat lantai dan dilengkapi sistem drainase. Airnya sendiri merupakan hasil penampungan air hujan dan daur ulang.

Sumber: Dezeen & Straitstimes

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me