Rumah Menengah di Daerah Penyangga Kota Surabaya, Berlantai Dua Berlahan Sisa

Big Banner

 Ilustrasi Foto: Rumah123/Getty

 

Rumah terjangkau dengan harga bersaing di Sidoarjo, Jawa Timur, dan menyasar kelas menengah baru saja diluncurkan pada Sabtu (11-8-2018). Acara peluncuran ini bersamaan dengan acara Customer Gathering. Dihadiri oleh Komisaris Utama Jasa Marga Refly Harun, Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priohutomo, dan Direktur Utama JMP Irwan Artigyo Sumadiyo.

Sidoarjo merupakan daerah peyangga utama Kota Surabaya yang kian menjadi pilihan hunian mereka yang bekerja di Surabaya, Pandaan, Pasuruan, dan Mojokerto. Pantas saja dikabarkan perumahan yang bernama Spring Residence Sidoarjo itu sangat diminati calon pembeli. Lokasinya pun strategis, yakni dekat dengan Gerbang Tol Sidoarjo, akses Lingkar Timur. Ada kawasan pergudangan dan fasilitas umum yang lengkap.

Baca juga: Klaster Terbaru di Taman Dhika Sidoarjo

Perumahan Spring Residence Sidoarjo merupakan pengembangan lanjutan dari proyek properti sebelumnya, yaitu Green Residence Sidoarjo yang sold out pada 2017 lalu. Terdiri atas 470 unit rumah dan ruko, rumah Spring Residence Sidoarjo terdiri atas dua lantai dengan Tipe 36/90 dan Tipe 45/90 dan  harganya mulai Rp270 jutaan.

Siapakah sang pengembangnya? Nah, ini menariknya, pengembang perumahan ini adalah PT Jasa Marga Tbk (JSMR) lewat anak usahanya Jasamarga Properti (JMP). Jadi, selain membangun dan mengelola jalan tol, JSMR juga bergiat di bisnis properti, yakni dengan mengembangkan sebuah kawasan. Jadi, bukan saja membangun jalan tol, Jasa Marga juga membangun dna mengembangkan hunian. Pengembangan infrastruktur jalan tol di sutau wilayah memang akan menumbuhkan pengembangan kawasan sekitarnya.

Mengusung konsep rumah tumbuh, yakni tanahnya lebih luas daripada luas bangunan, Spring Residence Sidoarjo akan berdiri di atas lahan seluas 71,5 hektare (ha). Nantinya pembeli rumah dengan konsep ini bisa memanfaatkan sisa tanah sesuai kebutuhan masing-masing.

“Proyek properti ini diharapkan dapat pula meningkatkan jumlah pengguna jalan tol yang dikelola oleh kelompok usaha Jasa Marga. Jadi, kami manfaatkan nilai tambah jalan tol untuk mengembangkan properti. Kami upayakan 20 persen pendapatan Perseroan berasal dari sektor non-tol, salah satunya adalah dari properti,” kata Direktur Pengembangan Jasa Marga Adrian Priohutomo, seperti dikutip Kontan.co.id. Sabtu (11-8-2018).

“Kami juga mengupayakan agar Jasa Marga memberikan kontribusi positif terhadap pembangunan infrastruktur lainnya, bukan hanya jalan tol. Kami membangun jalan tol dan mengembangkan kawasan. Pengembangan kawasan itu bertujuan untuk kemajuan masyarakat,” kata Komisaris Utama Jasa Marga, Refly Harun.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me