Pengembang Pelat Merah Ramai2 Belanja Tanah Sekitar Tol

Big Banner

Majalah properti Indonesia (MPI) mengulas tren pengembang yang sedang ramai-ramai belanja lahan di sekitar jalan tol. Menurut pengamatan Properti Indonesia, saat ini kebanyakan yang belanja lahan di sekitar jalan tol adalah pengembang pelat merah. Mereka mengikuti langkah induk usaha yang menjadi kontraktor sejumlah pembangunan jalan tol.

Seperti PT HK Realtindo yang akan mengembangkan kawasan Sumatera Integrated City (SIC) di sepanjang jalur tol Sumatra. Untuk itu mereka telah mengakuisisi lahan di beberapa lokasi seperti di Lampung dan Indralaya. Apa yang dilakukan PT HK Realtindo sejalan dengan langkah induk usaha yakni PT Hutama Karya yang merupakan kontraktor yang ditunjuk menggarap rangkaian jalan tol yang menghubungkan Pulau Sumatera itu.

PT Wika Realty juga melihat prospek pengembangan properti di sekitar Trans Sumatera akan bagus, khususnya yang berdampingan dengan kota-kota yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang kuat. Agung Salladin, Direktur Utama PT Wika Realty, mengatakan, “Tetapi harus skala kota dengan luas lahan di atas 100 hektar,” kata Agung.

Wika Realty telah memiliki rencana pengembangan bisnis properti di jalur Trans Sumatra, meski bukan tahun ini. Menurut Agung, tahun ini, pihaknya masih fokus mengakuisisi lahan seluas 60 ha di kawasan jalan tol Bandung-Soreang, salah satu pemilik hak konsesinya adalah PT Wijaya Karya Tbk. (WIKA).

Perushaan ini juga tengah mengincar lahan di Serang-Maja sejalan dengan rencana WIKA bersama Hanson Infrastrukture menginisiasi ruas tol Serang-Maja sepanjang 32 km. “WIKA punya rencana pengembangan tol Serang-Maja, sudah dapat izin dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menginisiasi jalan tol tersebut. Jadi kami akan mengakuisisi lahan di sekitar itu,” ungkap Agung.

Lahan-lahan yang dibidik kata Agung terutama berlokasi di sekitar proyek infrastruktur yang sedang berjalan maupun yang sedang direncanakan. Selain di Bandung dan Maja, lahan yang dibidik Wika Realty diantara ada di Kelapa Gading, Bogor, dan di wilayah Jakarta Timur. Di Bogor, Wika Realty sedang membidik lahan seluas 110 ha dan di Jakarta Timur sedang membidik lahan 1,3 ha berdekatan dengan lahan yang sudah dimiliki perusahaan saat ini disana seluas enam hektar.

PT Waskita Karya Realty (WKR) juga membidik kawasan sekitar jalan tol. Perusahaan ini memiliki lahan seluas 379 ha yang akan dikembangkan menjadi Toll Road City (TRC) di dua lokasi yaitu di Bekasi seluas 350 ha yang terintegrasi dengan ruas Tanjung Priok-Cibitung. “Kami telah bekerjasama dengan PT Moderland Realty Tbk. dengan membentuk perusahaan (joint venture/JV) untuk mengembangkan Tol Road City seluas 350 ha di Bekasi,” kata Bambang Rianto, Komisaris Utama PT Waskita Karya Realty.

Dengan komposisi saham 40:60, perusahaan patungan itu dinamai PT Waskita Modern Realty. Perusahaan patungan tersebut membeli tanah dari Modernland Realty seluas 350 ha dengan nilai pembelian kurang lebih Rp1,1 triliun. Direktur PT Modernland Realty Tbk.,

Cuncun Wijaya mengatakan parusahaan patungan tersebut akan mengembangkan kota mandiri berkonsep Toll Road City (TRC) yang akan terintegrasi dengan tol Tanjung Priok-Cibitung dan dilengkapi berbagai fasilitas transportasi massal dan sarana pendukung lainnya yang akan membutuhkan waktu pengembangan lebih dari 10 tahun.

Vice President Director PT Modernland Realty Tbk LH. Freddy Chan, menambahkan, kondisi itulah yang membuat Modernland Realty memilih berekspansi ke kawasan Bekasi. Terlebih, lanjut Freddy, tren pengembangan pasar properti saat ini mulai mengarah ke arah luar Jakarta dan menuju ke Bekasi. “Permintaannya juga cukup tinggi, dan ukuran luas kawasan pengembangan di sini (Bekasi) tergolong cukup besar untuk pengembangan berkesinambungan,” ujar Freddy.

Freddy mengatakan, pihaknya memutuskan menggandeng WKR sebagai partner karena ukuran luas kawasan yang tergolong cukup besar untuk pengembangan yang berkesinambungan. “Kami optimistis kerjasama dua pihak untuk proyek skala kota ini akan berjalan dengan baik ke depannya, sehingga kolaborasi ini akan mempercepat terwujudnya sebuah kota mandiri,” ujar Freddy.
Ia menambahkan setelah pembentukan perusahaan patungan itu, pihaknya akan segera merumuskan master plan pengembangan Toll Road City dan merampung segala perizinan. Menurutnya, peluncuran produk pertama disana paling cepat akan digelar pada kuartal IV 2018 mendatang.
Tahap pertama, WKR dan Moderland akan memasarkan rumah tapak yang akan menyasar segmen menengah dan menengah atas. Bambang memperkirakan prospek proyek tersebut akan bagus karena akan terkoneksi dengan jalan tol. Selain itu, akan dibangun rusunami di proyek tersebut guna mendukung program sejuta rumah yang digalakkan pemerintah.
WKR juga memiliki lahan di kawasan Cibubur seluas 29 ha yang akan terhubung dengan tol Cimanggis-Cibitung. Bambang berujar, pihaknya juga akan terus melakukan akuisisi lahan sekitar jalan tol Waskita Toll Road untuk dikembangkan menjadi kawasan Toll Road City. Salah satunya di Kalimantan dengan potensi pengembangan ribuan hektar. “Belum bisa saya sebutkan lokasi persisnya,” ungkap Bambang.

Anak usaha PT Waskita Karya (Persero) Tbk. itu juga membidik lahan-lahan di sekitar ruas tol yang digenggam perusahaan lainnya hingga 1.400 ha lahan, yakni Cimanggis–Cibitung, Depok–Antasari, Krian–Legundi–Manyar, serta Solo–Kertosono.

Membangun Tempat Istirahat dan Pelayanan Sementara PT Jasa Marga Properti (JMP) berencana belanja lahan baru untuk dibangun Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) di beberapa ruas Tol Trans Jawa yang dikembangkan induk usaha PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Hingga pertengahan 2017, JMP tercatat telah memiliki dan mengelola TIP Jalan Tol di KM 88 A dan B Jalan Tol Purbaleunyi, KM 207 A Jalan Tol Palikanci, KM 104 A dan B Jalan Tol Ngawi-Kertosono, dan KM 26 A dan B Jalan Tol Solo-Ngawi.

Kemudian TIP KM 45 A Jalan Tol Solo-Ngawi, KM 82 B Jalan Tol Solo-Ngawi, dan KM 725 A Jalan Tol Surabaya-Mojokerto. “Kami akan terus menambah fasilitas TIP pada tahun-tahun berikutnya seiring beroperasinya ruas-ruas tol baru,” kata Denny Abdurrachman, Direktur Pengembangan Bisnis dan Teknik JMP.

PT Jasamarga Properti akan gencar melakukan ekspansi bisnis properti. Untuk itu, perusahaan ini akan menganggarkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sebesar Rp1,83 triliun pada tahun 2018 ini. Saat ini Jasamarga Properti masih memiliki lahan sekitar 10.000 m2 yang terletak di Jakarta dan Bogor. Serta sedang melakukan pembebasan lahan sebesar 170 ha yang berlokasi di Jawa Barat. Untuk penjualan, Jasamarga Properti menargetkan marketing sales atau pra penjualan Rp525 miliar tahun ini. Target ini meningkat dari pencapaian tahun 2017 yang hanya mencapai Rp174 miliar. MPI YS

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com