Punya Rumah Itu Harus, Apalagi Buat Kamu yang Udah Menikah!

Big Banner
Foto: Rumah123/Getty

 

Menikah sudah, tapi belum punya rumah? Wah, lampu kuning nih! Kalau udah menikah masih cari-cari rumah ya agak repot juga, tambah repot kalau ditunda-tunda lagi. Mau tau kenapa? Berikut ini beberapa hal yang jadi akibatnya kalau kamu gak nekad beli rumah sejak awal menikah dan terus menunda:

Harga properti gak pernah turun, malah cenderung naik.

Di negara lain, harga properti mungkin aja memiliki tingkat fluktuasi yang tinggi. Tapi, gak gitu kalau di Indonesia. Sejauh ini belum ada sejarahnya harga properti anjlok, kecuali ketika terjadi kerusuhan sosial pada tahun 1998 silam.

Kalau kamu sebagai keluarga baru beli rumah sekarang dengan kamu menunda hingga lima tahun ke depan, akan memberikan kenaikan harga yang signifikan. Bayangkan kalau dalam setahun harga properti naik dalam kisaran normal 10% hingga 15%, maka rumah yang sebelumnya seharga Rp500 juta, lima tahun kemudian akan menjadi Rp750 juta hingga Rp850 jutaan. Nah….

Baca juga: Desain Rumah Pengantin Baru, Kayak Apa Ya?

Kenaikan penghasilan gak sebanding dengan kenaikan harga properti.

Kmau bisa hitung sendiri deh berapa besar kenaikan penghasilan kmau per tahun, kenaikan biaya hidup lainnya setiap tahun, serta bandingkan dengan kenaikan harga properti dalam setahun. Dari sini kamu akan menemukan kebalikan dari teori populasi Thomas Robert Malthus, yakni kenaikan gaji menurut deret hitung sedangkan kenaikan harga properti menurut deret ukur. Singkatnya, kenaikan harga properti bisa berlipat-lipat kali dibandingkan dengan kenaikan gajimu.

Perubahan regulasi/peraturan pihak berwenang selalu ada.

Tau sendiri kan, regulasi perbankan atau pertahanan di Indonesia bisa berubah-ubah dengan cepat. Semisal kemarin bunga bank masih murah, sekarang jadi mahal. Demikian pula dengan regulasi pertanahan dan properti. Jadi, kamu jangan tunda-tunda beli rumah sampe regulasi berubah jadi lebih sulit.

Baca juga: 5 Langkah Supaya Pengantin Baru Bisa Cepet Punya Rumah

Contohnya aja, saat ini Bank Indonesia (BI) membolehkan beli rumah tanpa uang muka (DP), itu memang memudahkan para pembeli rumah pertama. Tapi, suku bunga bank rata-rata naik sehingga cicilannya jadi lebih mahal. Kenaikan bunga bank ini gak bisa dicegah karena kebijakan BI tentang relaksasi Loan to Value (LTV) mengharuskan bank menaikkan suku bunganya, termasuk bunga cicilan KPR. Nah, kan….

 

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me