Jakarta Bakal Tenggelam? Beli Rumah di Kawasan Penyangga Aja!

Big Banner
Foto: Rumah123/Getty

 

Kota Jakarta bakal tenggelam pada 2050. Kamu ada di mana pada tahun itu? 32 tahun ke depan kamu tinggal di mana? Syukur-syukur udah tinggal jauh dari Jakarta ya. Kota Jakarta sudah lama diisukan bakal tenggelam. Hal ini bukan tanpa alasan lho. Menurut BBC, permukaan tanah Kota Jakarta setiap tahunnya rata-rata turun 1-15 cm. Kalau di Jakarta Utara malah penurunannya lebih dalam, yakni 2,5 cm per tahun pada beberapa wilayahnya. Diprediksi pada 2050, wilayah Jakarta Utara akan berada di bawah permukaan tanah alias tenggelam.

Apa penyebab Jakarta bakal tenggelam? Banyak penyebabnya, antara lain karena lahannya merupakan dataran aluvial (daerah endapan) yang rendah dan datar. Ketinggian tanahnya rata-rata hanya 8 meter di atas permukaan laut. Jangan lupa, Jakarta juga kota yang dilalui 13 sungai. Sungai yang meluap akan menambah risiko banjir bagi Jakarta.

Baca juga: Berumah di Bodetabek, Kerja di Jakarta, Bukan Masalah Kok!

Menurut BBC pula, Kota Jakarta dalam 30 tahun terakhir ini permukaan tanahnya telah turun sedalam 4 meter. Angka penurunan ini 2 kali lebih tinggi ketimbang rata-rata penurunan muka tanah kota tepi pantai lainnya di dunia.

Penyebab penurunan tanah, seperti dikutip Kompas.com, 18 Agusutus 2018, dari artikel Sean Flemming di World Economic Forum, National Aeronautics and Space Administration (NASA), pelacakan permukaan air laut mellaui satelit sejak 1993, menemukan bahwa kenaikan permukaan air laut sekitar 85 milimeter atau naik 3,2 milimeter setiap tahunnya.

Menurut mereka, penyebab kenaikan permukaan air laut ada dua:

Pertama, adanya penambahan volume air karena melelehnya gletser dan lapisan kutub.

Kedua, penambahan volume air laut saat cuaca memanas (ketika dingin lebih memadat), kondisi ini diperparah dengan seringnya banjir. Disinyalir hal ini jadi salah satu faktor pendukung tenggelamnya permukaan tanah Kota Jakarta.

Baca juga: Permukaan Tanah Jakarta Turun 3-18 Cm, Masih Pengen Tinggal di Jakarta?

Penyebab lain turunnya permukaan tanah di Jakarta, yakni kurangnya akses ke pasokan air bersih, sehingga banyak warga mengakses air tanah. Karena air ledeng tak bisa diandalkan, maka warga mengeksploitasi air tanah. Parahnya lagi, warga leluasa memompanya atau membangun sumur suka-suka aja. Warga tak punya batasan untuk memompa air dari akuifer yang dalam. Karena tak ada larangan yang membatasi, maka dampaknya tanah di bawah kota memadat kemudian mengalami penurunan.

Turunnya tanah di Jakarta juga disebabkan oleh tekanan akibat masifnya pembangunan di permukaan tanah kota ini. Permintaan properti di Jakarta juga belum berhenti.

Baca juga: Waduh, Permukaan Tanah Jakarta Turun 1,5 Meter Pada 10 Tahun Mendatang

Untuk mencegah abrasi dan masuknya air laut ke rumah-rumah warga saat pasang, biasanya dibangun tanggul atau tembok tinggi. Untuk sementara cara ini memang merupakan solusi. Tapi, Jakarta butuh solusi yang lebih permanen dengan mempertimbangkan semua faktor penyebab. Kota Jakarta butuh pembangunan infrastruktur yang mantap semisal akses mendpatkan air bersih yang tak mengeksploitasi air tanah.

Jangan sepelekan soal Jakarta bakal tenggelam, meskipun itu baru teori dna prdiksi, tapi realitas di lapangan mengarah ke kondisi itu. Ketimbang kamu ikut tenggelam, gimana kalau mulai skearang beli rumah di daerah penyangga Kota Jakarta. Selain harganya masih terjangkau, kamu jadi gak galau tenggelam.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me