Kemenpupera Berikan Rp50 Juta Per Rumah Untuk Korban Gempa Lombok

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) terus berupaya merehabilitasi infrastruktur, fasilitas publik dan rumah penduduk yang menjadi korban gempa di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB). Untuk itu Menpupera Basuki Hadimuljono telah membentuk satuan tugas (satgas) Tanggap Bencana yang berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Nasional Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan TNI-Polri.

gempa lombok

Menurut Basuki, untuk fasilitas publik yang akan diutamakan adalah memperbaiki prasarana ekonomi seperti pasar dan fasilitas umum lainnya. “Kita melibatkan perusahaan BUMN Karya untuk pembersihan dan pembangunan kembali di lokasi. Untuk rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak, kami menganggarkan bantuan Rp50 juta untuk tiap kepala keluarga,” katanya seperti dikutip dari laman Kemenpupera, Selasa (21/8).

Basuki menyebut, bantuan Rp50 juta untuk setiap rumah itu akan direalisasikan dengan sistem swakelola untuk membangun kembali rumah yang rusak menjadi lebih tahan gempa. Hal ini juga sekaligus untuk mengedukasi masyarakat mengenai cara membangun dengan konstruksi yang lebih tahan gempa. Kemenpupera telah mengirimkan 20 contoh rumah instan sederhana sehat (RISHA) dengan 150 orang aplikatornya untuk mendampingi masyarakat membangun rumahnya kembali.

Dirjen Cipta Karya Kemenpupera Danis H Sumadilaga menambahkan, rehabilitasi dan rekonstruksi rumah warga yang rusak ditargetkan selesai dalam satu tahun. Dengan teknologi RISHA yang menggunakan sistem modular, target tersebut optimistis bisa dicapai karena cepatnya aplikasi sistem itu.

“Tipe rumahnya 36 m2 dengan biaya Rp1,5 juta per m2 sehingga dana Rp50 juta itu cukup untuk membangun satu rumah. Yang mahal itu komponen besi dan semen, dan ini akan dipasok oleh BUMN sehingga biaya pembangunannya bisa sama. Untuk instrumen lainnya juga diupayakan komponen lokal,” katanya.

Sementara itu untuk fasilitas publik Danis merinci, telah dilakukan pembangunan dua pasar di Pasar Tanjung dan Pemenang agar aktifitas sosial ekonomi bisa segera berjalan. Untuk fasilitas pendidikan telah teridentifikasi lebih dari 500 sekolah yang rusak mulai PAUD, SD, SMP, SMA/SMK dan telah dilakukan perbaikan untuk 43 sekolah.

“Rehabilitasi ini melanjutkan program Rekompak (Rehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan Permukiman Berbasis Komunitas) yang juga dilaksanakan pasca bencana letusan Gunung Merapi tahun 2006 di Yogyakarta. Kami melibatkan mahasiswa kuliah kerja nyata tematik dari berbagai universitas yang dilatih membuat rumah RISHA. Jadi, aplikasi dan edukasi bisa dilakukan bersamaan sehingga dampaknya juga diharapkan bisa lebih cepat,” jelas Danis.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me