Kesepakatan Baru, 43 Bank Salurkan KPR Bersubsidi FLPP

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

HousingEstate.com, Jakarta – Untuk mengurangi beban fiskal pemerintah, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera) Basuki Hadimuljono mengeluarkan kebijakan perubahan porsi pendanaan pemerintah dan bank dalam penyaluran KPR bersubsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang tadinya 90:10 menjadi 75:25. Keputusan Menpupera No 463/KPTS/M/2018 itu akan efektif berlaku mulai tanggal 20 Agustus 2018.

Grand Cikarang City

Grand Cikarang City

Menurut Dirjen Pembiayaan Perumahan Kemenpupera Lana Winayanti, pemerintah telah menyiapkan alternatif sumber dana yang menjadi porsi bank yang 25 persen itu dari PT Sarana Multigriya Finansial (SMF). Bunganya lunak, hanya 4,44 persen, sehingga bank tetap bias menyalurkan KPR bersubsidi FLPP dengan bunga lima persen per tahun fixed (tetap) selama maksimal 20 tahun.

Sementara dana yang 75 persen disediakan pemerintah melalui Badan Layanan Umum (BLU) Pusat Pengelola Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Kemenpupera.

“Jadi kebijakan ini tetap membuat masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) mendapatkan bunga lima persen untuk tenor 15-20 tahun, dan perbankan juga tidak kesulitan menyediakan dana karena ada (pinjaman dari) SMF,” ujarnya melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (16/8/2018).

Sebagai respon atas kebijakan baru itu, PPDPP meneken kesepakatan baru dengan 39 bank yang berkomitmen menyalurkan KPR FLPP. Perjanjian Kerja Sama Operasional (PKO) PPDPP dengan 39 bank ini diteken di kantor Kemenpupera, Jakarta, Selasa (14/8/2018). Selain itu ditandatangani juga PKO dengan empat bank lain. Yaitu, Bank BTN, Bank BTN Syariah, Bank KEB Hana, dan Bank BRI Agroniaga.

“Dengan adanya tambahan empat bank pelaksana ini, total pelaksana penyalur KPR FLPP tahun ini menjadi 43 bank yang terbagi atas 11 bank umum nasional dan 32 bank pembangunan daerah (BPD). Tahun ini kami mengelola dana sebesar Rp6,57 triliun yang cukup untuk membiayai 60.625 unit rumah dengan KPR FLPP. Tapi, dengan porsi dana dari pemerintah yang turun menjadi 75 persen dan 25 persen dari SMF, dana itu cukup untuk membiayai 70 ribu unit rumah,” kata Budi Hartono, Direktur Utama PPDPP.

Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo menyatakan kesiapannya menyediakan sumber pendanaan untuk porsi 25 persen perbankan itu. “Ini juga amanat kami sebagai special mission vehicle dan fiscal tool pemerintah dalam penyediaan dana jangka menengah-panjang untuk pembiayaan perumahan,” katanya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me