Potensi Industri Halal Indonesia Capai USD 197 M, Belum Tergarap Maksimal

Big Banner

Salah satu bahasan dalam rubrik majalah Properti Indonesia edisi Agustus lalu adalah peluang pengembangan kawasan industri halal yang dianggap belum maksimal untuk digarap.

Hal ini menjadi penting dan cukup relevan mengingat Indonesia merupakan negara dengan konsumen terbesar untuk beragam produk makanan halal dunia karena mayoritas berpenduduk muslim dengan potensi nilai ekonomi mencapai $197 miliar dolar AS.

Secara harfiah, Halal dapat dimaknai sebagai segala objek atau kegiatan yang diizinkan untuk digunakan atau dilaksanakan sesuai hukum/syariah Islam dan dapat merujuk pada barang dan jasa yang diterima oleh umat Muslim.
Dalam industri halal global, aturan halal mengatur segala jenis industri mulai dari hulu ke hilir, mulai dari obat-obatan hingga kosmetik serta industri-industri lain yang berkembang pesat.

Sebuah laporan yang dilansir Pew Research Center, mencatat, nilai pasar makanan dan minuman halal global pada 2014 tercatat sebesar $1,37 triliun. Jumlah tersebut mewakili 18% dari seluruh pasar dan jumlah umat Islam di seluruh dunia yang diperkirakan akan meningkat dari 1,6 miliar pada 2010 menjadi 2,8 miliar pada 2050.

Di Eropa, bahkan pasar halal terus bertumbuh dengan perkiraan tingkat tahunan antara 10-20%. Permintaan tersebut salah satunya didorong oleh keinginan umum terkait kepatuhan Syariah di antara populasi Muslim yang terus bertambah.

Selain diterapkan pada negara-negara mayoritas penduduk muslim, perkembangan industri halal terbilang cukup pesat di negara mayoritas non-muslim. Hal ini dikarenakan bertumbuhnya permintaan akan produk halal di seluruh dunia.
Bahkan terdapat beberapa sektor dari halal lifestyle yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian dunia, antara lain; makanan, finance, travel, kosmetik, pendidikan, fashion, media rekreasi, serta seni dan kebudayaan.
Negara-negara minoritas islam seperti Thailand, Korea Selatan, Rusia, Meksiko, Jepang, dan Spanyol telah memiliki kegiatan industri halal di negaranya. Hal ini disebabkan karena banyaknya konferensi dan seminar tentang industri berbasis halal.

Di Indonesia, industri halal belum diterapkan secara maksimal, padahal Indonesia adalah negara dengan konsumen terbesar produk makanan halal dunia dengan nilai ekonomi mencapai 197 miliar dolar AS, disusul Turki yang mencapai 100 miliar dolar AS. Indonesia berada di peringkat 10 dalam pasar Industri halal dunia, dimana, peringkat pertama masih dipegang oleh Malaysia yang saat ini sedang mengembangkan industri halalnya secara masif. Disusul Emirat Arab, Bahrain, Saudi Arabia, Pakistan, Oman, Kuwait, Qatar, dan Jordan.

Padahal, jika digerakkan dengan baik, Indonesia sangat berpotensi menjadi peringkat pertama dalam pasar industri halal dunia dengan total jumlah penduduk yang mencapai 235 juta jiwa, 85,2 persen diantaranya atau sebanyak 200 juta jiwa merupakan penduduk muslim.

Angka tersebut setara dengan jumlah muslim dari gabungan enam negara Islam lainnya, yaitu Arab Saudi, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, Malaysia dan Turki.

Pada Desember 2016 lalu, Direktur Jenderal Pengembangan Perwilayahan Industri Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Imam Haryono mengatakan, pihaknya akan mengembangkan kawasan industri halal di Indonesia bersama Kamar dagang dan Industri Indonesia (KADIN) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), termasuk bersama-sama menyiapkan regulasinya.

“Semua prosedurnya akan diatur, bagaimana sertifikasinya supaya ketika diberi label halal di kawasan industri halal, benar-benar ditanggung halal. Sampai ke transportasinya,” sebut Imam.

Ia menambahkan, bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan zona industri halal karena meningkatnya permintaan produk halal terutama untuk makanan, minuman dan juga kosmetik. Karena itu, Kemenperin akan melakukan uji coba Industri halal untuk makanan dan minuman terlebih dahulu sebagai langkah awal. MPI/Riz

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me