Raja Industi Halal Dunia Justru Minoritas Muslim, Kapan Indonesia?

Big Banner

salah satu tema laporan khusus Majalah Properti Indonesia (agutus 2018), tentang industri halal yang justru dirajai oleh negara-negara yang moniritas muslim. Indonesia masih jauh.

disebutkan industri halal global hingga saat ini justru dirajai oleh sejumlah negara yang bukan negara dengan persentase penduduk muslim yang besar. Industri makanan halal global dirajai oleh Thailand yang hanya memiliki persentase penduduk muslim sebesar 5%. Sementara itu, Australia telah memproduksi dan mengekspor daging sapi halal. Korea Selatan yang terkenal dengan industri kecantikannya juga merajai industri kosmetik halal dunia. Adapun industri tekstil halal didominasi oleh China.

Industri halal berkembang pesat di dunia hasil dari dikembangkannya rantai pasok halal atau halal supply chain. Produksi barang atau jasa dari hulu hingga hilir memiliki standar dan sertifikasi halal. Bisnis yang berbasis sistem ekonomi Islam itu justru dikembangkan oleh negara negara-negara penduduknya mayoritas non-muslim.

Ada 10 sektor halal lifestyle yang memberikan kontribusi besar dalam perekonomian dunia. Yaitu: food, finance, travel, cosmetif, education, fashion, media recreation, pharmaceuticals, medical, dan art & culture. Global Islamic Economic Report tahun 2015 memaparkan, nilai ekonomi halal industri mencapai 1,8 triliun dolar AS.

“Trend konsumen halal lifestyle meningkat dan berkembang besar. Kalo pada 2015 nilai ekonomi mencapai 1,8 triliun dolar AS,maka tahun 2020 diperkirakan mencapai 2,6 triliun dolar AS,”ungkap Sapta Nirwandar, Ketua Indonesia Halal Lifestyle Center (IHLC).

Untuk menangkap peluang yang sangat besar, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membentuk kawasan industri halal di Indonesia. Kawasan tersebut ditargetkan selesai sebelum 2020.

Langkah ini diambil untuk menggagalkan ambisi Thailand yang menargetkan menjadi negara eksportir produk halal terbesar kelima di dunia. Kawasan industri halal adalah kawasan industri yang di dalamnya semua industri menerapkan atau sesuai dengan standar Islam mulai dari hulu sampai hilir. Saat ini standar kawasan industri halal belum ada karena belum ada pengembangan kawasan industri halal di Indonesia.

“Pak Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto bilang tidak perlu membuat regulasi baru, hanya perlu ditambahkan standarisasinya saja Untuk menjadi kawasan industri halal apa syaratnya, harus ada standar. Jangan sampai sudah berkembang, standar belum ada. Nanti semua bisa klaim dan kontrolnya susah,” kata I Gusti Putu Surywirawan, Dirjen Ketahanan dan Pengembangan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin.

Dalam menyusun menyusun standar tersebut, Kemenperin akan menggunakan pedoman di negara lain yang telah memiliki pusat kawasan industri halal seperti Malaysia, Thailand, dan Uni Emirat Arab. Sementara di Indonesia, Kemenperin berkoordinasi dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Kawasan industri halal perdana akan difokuskan bagi produksi makanan minuman, kosmetika, obat-obatan, dan fashion yang menggunakan standarisasi halal. Produk halal memiliki prospek bagus karena citranya lebih baik. Banyak orang berani membayar lebih mahal untuk mendapatkan produk-produk halal.

Kalau produk dilabeli halal kesannya lebih baik. Semua tertangani dengan baik mulai dari bahan baku, pengemasan sampai distribusi. Penduduk Muslim dunia 1,8 miliar juta jiwa. Tapi yang non Muslim kini mulai memiliki persepsi kalau produk halal itu sudah pasti baik karena semua

Tahap awal pemerintah tidak akan langsung membangun kawasan industri halal, namun diujicobakan di dalam sebuah zona khusus. Pemerintah yakin, kawasan industri halal akan terbentuk karena banyak pelaku usaha sudah memiliki kemampuan untuk memproduksi barang ekspor dengan standar Islam.

Menurut data Kemenperin, saat ini ada 74 kawasan industri di Indonesia dengan total luas mencapai 36,29 ribu hektar. Dari angka tersebut, 50 di antaranya berada di pulau Jawa dengan luas 26,12 ribu hektar, atau sekitar 71,9% dari total lahan kawasan industri tersebut.

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me