DP 0% Lebih Baik Buat Beli Rumah Daripada Kendaraan!

Big Banner
Foto: Rumah123/Getty

 

Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru saja memberlakukan relaksasi Loan to Value dan Financing to Value (LTV/FTV). Kebijakan yang mulai berlaku per 1 Agustus 2018 ini membolehkan nasabah membeli rumah atau kendaraan tanpa uang muka atau down payment (DP) alias DP 0%.

Bayangkan, kalau jumlah kendaraan terus meningkat karena orang bisa beli kendaraan tanpa uang muka, lalu-lintas semakin macet. Lebih-lebih di perkotaan. Di Jakarta, misalnya, jumlah motor lebih banyak ketimbang jumlah penduduknya. Penduduk Jakarta disebut-sebut sekitar 10 juta, sementara jumlah kedaraan bermotor sekitar 13,9 juta.

Baca juga: Bakal Ada Rumah DP 0% Nih Buat Para Abdi Negara

Akan tetapi, itu kalau di perkotaan seperti Jakarta, gimana kalau di wilayah-wilayah lain di Indonesia yang kemacetan lalu-lintasnya belum separah Kota Metropolitan itu? Semisal di Sulawesi, Maluku, dan Papua. Di wilayah Indonesia Timur ini masih oke kalau mau menambah jumlah kendaraan karena kemacetan belum parah. Jadi, DP 0% kendaraan kayaknya sih lebih cocok untuk wilayah-wilayah tersebut.

Selain menambah kemacetan, DP 0% kendaraan bisa berisiko kredit macet. Kenapa? Karena tanpa DP, maka angka cicilan kendaraan jadi besar. Sebulan, dua bulan, debitur masih bisa mencicil, tapi bulan-bulan seterusnya mungkin gagal bayar alias kredit macet.

Baca juga: Pengen Beli Rumah dengan DP 0%? Wajib Tau Nih!

Lain cerita kalau kebijakan DP 0% dipake buat beli rumah, nah… ini bisa mengurangi jumlah masyarakat yang belum punya rumah. Meski nominal cicilannya cukup besar, tapi rumah adalah investasi yang nilainya terus menanjak (aset produktif). Sedangkan kendaraan nilainya terus menurun seiring dengan penggunaannya (aset konsumtif).

Jadi, kalau ada pilihan DP 0%, lebih baik kamu beli rumah aja ketimbang beli sepeda motor atau mobil. Ok?

rumah123.com