Monokrom Nan Mewah

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Unsur kemewahan ditampilkan dengan permainan warna yang cenderung minimalis dan minim ornamen.

Housing-Estate.com, Jakarta – Kota baru Alam Sutera (1.000 ha) Serpong, Tangerang Selatan, Banten, makin digemari sebagai tempat mengembangkan hunian premium baik horizontal maupun vertikal, oleh developer domestik atau asing. Salah satunya PT Brewin Mesa Sutera (Singapura) yang mengembangkan apartemen mewah The Lana (8.000 m2/38 lantai/564 unit atau 6 unit per lantai).

Lokasi: Show unit Apartemen The Lana, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Banten  Luas: 149 m2 (tiga kamar tidur)  Desainer Interior: Juliani Muljawan

Lokasi: Show unit Apartemen The Lana, Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan, Banten
Luas: 149 m2 (tiga kamar tidur)
Desainer Interior: Juliani Muljawan

Menurut Presiden Direktur Brewin Mesa Bill Cheng, kawasan Serpong khususnya Alam Sutera telah berkembang menjadi kota baru dengan infrastruktur, akses, dan fasilitas yang lengkap di pinggiran Jakarta. “Itu yang membuat Alam Sutera menarik sebagai lokasi pengembangan hunian highend seperti yang kami tawarkan,” katanya.

The Lana dipasarkan sejak tahun 2016. Hingga saat ini penjualannya sudah mencapai lebih dari 170 unit. Investasi proyek mencapai Rp1,3 triliun dengan pilihan unit 1-3 kamar tidur berukuran 58-160 m2 seharga Rp1-Rp4,5 miliar/unit atau Rp28 jutaan/m2. Proyek dibiayai seluruhnya oleh perusahaan induk di Singapura dan ditargetkan selesai tahun 2020.

Sebagai apartemen premium, Brewin Mesa menggandeng beberapa nama besar di bidang konstruksi, arsitektur, dan desain interior untuk mengembangkan The Lana. Misalnya, arsitektur oleh Aedas, interior desain Juliana Muljawan, struktur PT Davy Sukamta Konsultan, manajemen konstruksi PT Trimatra Jaya Persada, dan kontraktor utama China State Construction Engineering Corporation (CSCEC).

Hendy Musa, Senior Marketing Communication Manager The Lana menyatakan,  kemewahan pada unit The Lana ditonjolkan melalui aplikasi lantai marmer White Carara dari Itali dan bahan bangunan berkelas lain. “Setiap yang menempel pada unit seperti saniter, wardrobe, kitchen set, lantai parket di kamar tidur, dan lain-lain juga sudah kita sediakan (semi furnished) dengan standar dan spesifikasi mewah,” ujarnya.

Ia mengibarakan unit The Lana sebagai hall dengan pembagian zoning ruang yang tegas, yang bisa dirasakan setelah melalui area penghubung (foyer) begitu keluar dari lift (semi private). Setiap unit apartemen yang bersebelahan dengan Mal Alam Sutera ini juga dibuat dengan plafon tinggi 3,5 meter yang menguatkan kesan gloriusnya.

Homey

Interiornya dirancang luxurious functional alias mewah namun tetap fungsional, khas desain hunian di Singapura. Kesan hangat langsung terasa saat melewati pintu utama yang dilapisi kaca berbingkai tegas (architrave). Unit apartemen tiga kamar tidur seluas 149 m2 ini menyatukan ruang tamu dan living room, berseberangan dengan area dapur yang juga luas.

Sama seperti lantainya, top table meja dapur menggunakan marmer White Carara yang mengintegrasikan perangkat kitchen appliances (build in) Webber dari Jerman yang mencakup kompor, oven, hingga cooker hood (penghisap asap).

Penggunaan tema warna monokrom membuat tampilan keseluruhan ruang berkesan simpel dalam balutan color tone broken white, cokelat, dan abu-abu. Pilihan warna-warna alami itu memberi kesan homey (membetahkan) pada hunian.

Sebagaimana umumnya apartemen high end, unit juga menyediakan kamar pembantu dan area servis dengan akses untuk asisten rumah tangga itu dibuatkan tersendiri melalui dapur, terpisah dari akses utama.

Rustic

Di kamar utama (master bedroom) yang berkesan rustic, permainan warna simpel itu berlanjut. Penggunaan lantai kayu ditambah karpet, hingga gorden yang dipilih dalam satu tone warna cokelat muda, membuat suasana kamar menjadi hangat dan menyatu.

Kesan yang lebih gelap dihadirkan pada walk in closet, tapi kembali terang di kamar mandi yang dilengkapi dua wastafel. Susunan marmer pada lantai dan dinding kamar mandi terlihat mewah dengan pembatas clear glass untuk area mandi, wastafel, dan kloset.

Seluruh wardrobe di kamar tidur dan tempat penyimpanan di kamar mandi menggunakan material dan warna yang sama. “Konsep kemewahan yang kami hadirkan bukan sekadar tampilan, tapi meningkatkan kenyamanan penghuni. Filosofinya, orang yang sibuk dan lelah bekerja akan kembali segar dan rileks saat berada di rumah yang nyaman seperti ini. Konsep desain itu bisa diterima, karena 70 persen konsumen The Lana adalah end user (yang hendak menghuni sendiri apartemennya),” jelas Hendy.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com