HIMPERRA: Baru Satu Golongan MBR Yang Bisa Akses Subsidi Perumahan

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Akhir pekan lalu baru saja dideklarasikan asosiasi perusahaan pengembang Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (HIMPERRA). Mencakup 1.600 perusahaan pengembang yang telah tercatat di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera), saat ini HIMPERRA telah memiliki 31 pengurus daerah (DPD) di seluruh Indonesia dengan 80 persen anggotanya mengembangkan rumah murah bersubsidi.

Perumahan sederhana | Foto : dok. Majalah Housing Estate

Perumahan sederhana | Foto : dok. Majalah Housing Estate

Menurut Endang Kawidjaja, Ketua Umum HIMPERRA, ada tiga kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), namun baru satu kelompok yang bisa menikmati KPR bersubsidi dengan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP). Yaitu, kelompok pekerja formal berpenghasilan tetap.

“Jumlahnya juga baru baru sekitar 40 ribuan unit per tahun, masih sangat kecil. Padahal, masih ada MBR yang mendapatkan upah minimum regional (UMR) sangat rendah dan MBR pekerja informal,” katanya saat deklarasi HIMPERRA di Jakarta, Sabtu (25/8).

Endang berharap, program Tabungan Perumahan (Tapera) yang saat ini tengah difinalisasi pemerintah dan akan segera berlaku bisa menjangkau dua kelompk MBR itu. Secara aktif pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Kemenpupera untuk bisa memberikan solusi kepada seluruh kelompok MBR dalam mengakses subsidi perumahan.

“Ada banyak cara yang bisa dikreasikan. Misalnya, program rumah tanpa depe sehingga MBR bisa langsung mencicil, program rumah swadaya yang mencicil mulai dari tanahnya, kemudian dibangun sendiri dengan bantuan pemerintah. Di banyak daerah juga masih banyak pekerja dengan UMR di bawah Rp2 juta, Tapera nanti juga harus bisa menjangkau kalangan MBR ini,” jelasnya.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me