Malaysia, Pusat Industri Halal Dunia, Indonesia Kapan?

Big Banner

Malaysia salah satu negara yang memanfaatkan potensi pasar industri halal di dunia. Sehingga negara ini menjadi pusat industri halal dunia. Smentara Indonesia masih diurutan ke 10. Majalah Properti Indonesia edisi Agustus 2018 lalu mengulasnya dalam laporan khusus.

Kisah sukses Malaysia sebagai pelopor dalam industri halal dimulai sejak 1974, ketika pusat penelitian untuk divisi urusan Islam pada Kantor Perdana Menteri Malaysia mulai mengeluarkan surat sertifikasi halal untuk produk yang memenuhi kriteria halal pada saat itu.

Standar halal pertama yang dirilis pada tahun 2000 merupakan tonggak penting bagi negara semenanjung Indonesia tersebut karena menjadi negara pertama yang memiliki sistem jaminan halal yang terdokumentasi dan sistematis.
Standarisasi yang diterapkan Malaysia saat itu bisa dibilang menjadi semacam revolusi baru yang telah mengubah konsep produk halal. Dari industri tradisional menuju ekonomi baru yang dinamis dengan perkiraan nilai pasar global sebesar USD2,30 triliun.

Perkembangan cepat sertifikasi halal di Malaysia juga telah mendorong departemen pengembangan Islam Malaysia (jakim) untuk memperluas sistem halal ke dalam organisasi yang jauh lebih besar pada tahun 2005, dan secara resmi diberi nama pusat halal jakim.

Jakim adalah lembaga sertifikasi halal pertama di dunia yang bertanggung jawab untuk memantau industri halal, yang mengarah ke amandemen undang-undang deskripsi perdagangan Malaysia pada tahun 2011 serta memberikan jakim mandat yang jauh lebih kuat untuk mengatur industri halal.

Program pengakuan jakim untuk badan halal internasional adalah program pengenalan sistem halal bilateral yang paling ketat dan dicari di dunia dengan lebih dari 50 badan internasional terdaftar hingga saat ini. Logo halal Malaysia yang ikonik adalah ciri yang paling dicari dan dikenal secara global yang berfungsi sebagai lambang bagi reputasi negara sebagai pusat halal terkemuka di dunia.

Belakangan, menyadari besarnya potensi ekonomi yang didapat dari industri halal, Malaysia kembali membentuk sebuah badan pengembangan halal bernama perusahaan pengembangan industri halal (HDC) di bawah kementerian perdagangan dan industri internasional (MITI) pada tahun 2008. Badan ini ditugaskan untuk mengembangkan kapasitas industri malaysia dan Investasi Langsung Asing (FDI) ke dalam negeri.

Saat ini, Malaysia telah menjadi tuan rumah untuk dua peristiwa tahunan paling penting dalam industri halal, yaitu Malaysia Showcase Halal Internasional (MIHAS) dan Forum Halal Dunia (WHF). Keduanya memainkan peranan penting dalam membangun reputasi negara sebagai referensi global dan pusat perdagangan untuk industri halal utama baru sejak tahun 2003.

Dalam kondisi teraktual, Malaysia merupakan pusat industri halal global terkemuka dengan nilai ekspor tahunan sebesar Rm35.4 milyar Ringgit Malaysia untuk produk halal, yang menyumbang sekitar 5,1% dari total ekspor untuk negara tersebut.

Negara ini menyediakan katering udara halal pertama di dunia di atas kapal induk nasional dan maskapai penerbangan Malaysia. Saat ini standar halal Malaysia sudah digunakan secara luas oleh beberapa perusahaan multinasional global ternama (MNCS), diantaranya Nestle, Colgate Palmolive dan Unilever. Portofolio halal Malaysia juga telah berkembang di luar makanan dan minuman serta merambah ke berbagai sektor lain seperti kosmetik, logistik, farmasi dan yang terbaru pariwisata. MPI Riz/

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me