Museum Kekinian untuk Segala Zaman

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Pengunjung bisa menikmati seni hingga sejarah di Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara atau Museum Macan.

Housing-Estate.com, Jakarta – Lupakan gambaran museum yang suram dan apak dengan tampilan seperti TV hitam-putih jadul. Museum Macan didesain sangat kontemporer dan modern, menempati lantai tiga seluas 4.000 m2 di AKR Tower (36 lantai), Jalan Panjang No 5, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

museum macan 1

Menurut Nina Hidayat, Communication Officer Museum Macan, interior museum dirancang dengan sangat memperhatikan kaidah desain modern untuk menghadirkan sebuah ruang yang menarik untuk memamerkan lukisan dan benda seni lainnya. Karena itu Met Studio dari London (Inggris) diundang merancang interiornya.

“Desain kontemporernya paling kentara terasa pada permainan sudut lantai yang melengkung sehingga terkesan seperti menyambung dengan bagian plafon yang sudutnya juga melengkung. Kesannya jadi menyatu dan terlihat lebih luas namun hangat (warm) dan membuat orang tertarik (inviting),” katanya.

Galeri utama museum dengan luas 2.000 m2 ini dirancang dengan trafik berbentuk U sehingga pengunjung memutar untuk menikmati seluruh koleksinya. Seluruh lantainya dilapisi parket (papan seruap kayu) dengan plafon (ceiling) sangat tinggi mencapai lima meter. Dinding dan plafon yang berwarna putih makin menambah luas kesan ruangan. Dengan gaya kontemporer, seluruh ruang menjadi spot foto yang sangat menarik. Tentu saja tanpa blitz karena kilatan cahayanya bisa berpengaruh buruk terhadap koleksi lukisan yang dipajang.

Tematis

Selain galeri utama, Museum Macan juga memiliki Ruang Seni Anak (Children’s Art Space) untuk anak-anak berkegiatan dan bereksplorasi mengenai berbagai hal terkait seni. Ada juga Infinity Mirrored Room, ruang untuk merasakan sensasi alam yang tak berbatas.

“Berada di ruangan ini akan membuat kita seperti berada di outer space, ruang yang sangat relevan untuk kalangan milenial. Ruangan ini dirancang seniman Jepang Yayoi Kusama. Idenya sudah ada sejak tahun 1960-an. Jadi, seniman itu pemikirannya memang beyond (melampaui zaman). Hingga saat ini Yayoi masih hidup, usianya sudah 80-an tahun,” jelas Nina.

Museum Macan dibuka sejak 4 November 2017, menampilkan 800 karya seni. Sebanyak 50 persen berasal dari Indonesia, sisanya dari Eropa, Amerika Utara, China, dan negara-negara Asia lainnya. Beberapa karya maestro yang ditampilkan di sini antara lain Raden Saleh, Andy Warhol, Sudjojono, Cai Guo Qiang, dan Wang Guangyi. Seluruh koleksi karya seni dimiliki pengusaha Haryanto Adikoesoemo yang juga pemilik AKR Group.

Seni kontemporer dan modern yang ditampilkan di Museum Macan tidak terbatas pada lukisan, tapi juga berbagai karya seni yang dibuat dengan berbagai medium, teknik, termasuk seni instalasi.

Nina menuturkan, Museum Macan memiliki program berkelanjutan dengan komitmen membuat seni menjadi mudah diakses dan bisa dinikmati publik seluas mungkin. Saat ini Museum Macan membuat tema sebuah perjalanan untuk menunjukan potret perjalanan sejarah bangsa Indonesia sejak periode kolonial, kemerdekaan, reformasi, hingga masa kini dengan segala dinamikanya.

Cerita perjalanan bangsa melalui karya seni itu juga dikaitkan dengan pengalaman dan sejarah dunia mulai dari perang dingin hingga era globalisasi yang serba terkoneksi seperti saat ini. Tema itu disebut sebagai Seni Berubah, Dunia Berubah, dengan menyajikan narasi sejarah Indonesia dan dunia melalui karya seni.

Museum didesain kontemporer dengan sudut lantai yang melengkung solah menyatu dengan plafond an lantai ditutup parket

Museum didesain kontemporer dengan sudut lantai yang melengkung solah menyatu dengan plafond an lantai ditutup parket

Ada empat tema yang ditampilkan: Bumi, Kampung Halaman, Manusia (LandHomePeople), Kemerdekaan dan Setelahnya (Independence and After), Pergulatan Seputar Bentuk dan Isi (Struggles Around Form and Content), dan Racikan Global (Global Soup). Sangat menyenangkan membaca dan menyusuri berbagai pemilahan tematis ini.

“Untuk Land, Home, People misalnya, kita bisa melihat bagaimana seniman barat menggambarkan Indonesia sejak tahun 1835. Indonesia yang hijau, cantik, orang-orangnya, dan lain sebagainya. Begitu seterusnya hingga ke tema-tema lain yang semuanya disusun secara timeline,” tutur Nina.

Nanti tema itu bisa diubah dan keseluruhan layout karya seninya ikut diubah  menyesuaikan dengan tema yang baru. Hingga saat ini Haryanto masih terus mencari lukisan dan karya-karya seni lainnya untuk ditampilkan di museumnya. “Ada tim kurator yang terus mencari, karena seluruh karya para maestro itu masih terserak di mana-mana,” kata Nina.

Infinity Mirrored Room, karya seniman Jepang Yayoi Kusama berupa ruang kubus yang gelap berisi lampion warna warni yang saling berpantulan pada cermin dan air disekelilingnya

Infinity Mirrored Room, karya seniman Jepang Yayoi Kusama berupa ruang kubus yang gelap berisi lampion warna warni yang saling berpantulan pada cermin dan air disekelilingnya

Penanganan khusus

Ide membuat museum ini sendiri perlu dihargai, karena umumnya karya seni yang dibeli perorangan akan menjadi properti privat yang hanya bisa dinikmati pemiliknya. Dengan ditampilkan di museum, masyarakat umum pun bisa ikut menikmati berbagai karya seni hebat tersebut.

Museum juga merupakan sebuah bangunan khusus yang memiliki treatment berbeda dibanding bangunan yang lain, demi menjaga koleksi karya seninya yang priceless, termasuk mengantisipasi bila terjadi bencana, bagaimana menyelamatkan semua koleksi di dalamnya.

Museum tidak dilengkapi sprinkle untuk menyemprotkan air bila alat detektor mendeteksi adanya asap. Suhu di dalam ruangan juga harus dijaga 21 derajat celcius dengan kelembaban juga diatur. Ruang museum tidak boleh terlalu lembab karena dapat merusak koleksi lukisan.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me