Pilah-Pilih Ruko-Ruko Property on Sale MPI September

Big Banner

Ruko-ruko pilihan property on sale Majalah Properti (MPI) September 2018, yang tumbuh subur di wilayah Jabodetabek. Kebutuhan ruko dinilai akan terus bertumbuh. Tak heran jika perusahaan pengembang properti selain membangun rumah, apartemen, perkantoran, pusat perbelanjaan, juga masif membangun ruko.

Permintaan ruko berasal dari pebisnis yang membuka bisnis atau kantor sendiri dan investor yang menyewakan rukonya kepada orang lain. Apalagi ruko bisa dijadikan sebagai tempat usaha sekaligus tempat tinggal. Satu properti, dua fungsi.

Salah satu pengembang yang cukup banyak membangun ruko adalah PT Summarecon Agung Tbk.. Pada tahun 2017 lalu, Summarecon berhasil meraih penjualan pemasaran sebesar Rp3,6 triliun dimana produk ruko berkontribusi terbesar kedua (25%) setelah rumah (46%). “Permintaan ruko sangat besar sehingga kami banyak memasarkan ruko,” ujar Adrianto P Hadi, Presiden Director PT Summarecon Agung Tbk..

Besarnya permintaan juga karena ruko masih diminati sebagai instrumen investasi. Potensi kenaikan harga ruko di lokasi yang strategis cukup tinggi, bisa mencapai 20% per tahun. Pertumbuhan harga akan terjadi seiring dengan progres pembangunan, dan juga beroperasinya ruang komersial tersebut. Mendekati masa operasional atau pembukaan harga bisa dua kali lipat.
Menurut hasil survei yang dilakukan DPD REI DKI Jakarta kepada 333 anggota, ruko banyak dibangun di Jakarta (31%), Bekasi (27%), Tangerang (14%), Bogor (12%), dan Bandung (3%). Sementara di Batam, Balikpapan, dan Pekanbaru masing-masing 2%, lalu di Depok, Banten, Jambi, Makasar, Samarinda, Sidoarjo, dan Wonosobo masing-masing sebesar 1%.
Kebanyakan ruko dibangun di atas lahan antara 1-2 hektar (42%) dan mayoritas luas bangunan yang dibangun antara 151-300 m2 (62%) dengan tinggi bangunan 2 lantai (71%). Pengembang menjual ruko sebagian besar antara Rp26-45 juta per m2 (38%) dengan tingkat penjualan per bulan antara 26-55 unit (51%).
Pembeli ruko mayoritas menggunakan skema pembayaran kombinasi cicilan developer dan tunai keras (65%). Untuk cicilan ke developer kebanyakan sebanyak 36 kali (38%) sementara tunai keras mayoritas menggunakan cicilan 6 kali (50%). Untuk biaya pembangunan, 76% menyatakan biaya membangun Rp3-5 juta per m2 sementara perkiraan soft cost, mayoritas menyatakan soft cost 8-10% dari biaya konstruksi (48%).
Jenis properti yang mengombinasikan hunian dan ruang usaha ini juga selalu mendapat alokasi khusus dalam rancangan sebuah kota baru atau pengembangan proyek baru. Pasalnya peminatnya banyak, terutama ruko yang dikembangkan di area bisnis dalam kawasan perumahan, apartemen maupun superblok. Captive market-nya ada yakni dari para penghuni perumahan, apartemen, atau superblok tersebut.
Ruko juga sangat dibutuhkan sebagai pemicu (trigger) hidupnya sebuah kawasan. Dan beberapa pebisnis atau investor lebih memilih ruko di kawasan yang baru dikembangkan karena harga rukonya belum terlalu tinggi, dan cenderung terus meningkat seiring kuatnya permintaan. MPI YS/ RAG

(Majalah Properti Indonesia (MPI) dapatkan di toko-toko buku dan agen-agen penjualan majalah dan buku di kota Anda. Versi digital MPI dapat diakses melalui:
https://ebooks.gramedia.com/id/majalah/properti-indonesia atau : https://higoapps.com/item/1399/properti-indonesia

mpi-update.com