Cibis Nine Sudah Tersewa 70 Persen

Big Banner

Lihat tampilan baru di housingestate.id

Housing-Estate.com, Jakarta – Pasar properti memang masih lesu. Namun, bisnis harus tetap berjalan. Developer tinggal menyesuaikan diri dengan situasi itu dengan tetap mengembangkan proyek yang berkualitas sesuai target pasar masing-masing.

Achmad Umar (tengah berbaju batik black and white), Presiden Direktur PT Bhumyamca Sekawan, pengembang proyek properti terpadu Cibis Business Park (12 ha) di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, sedang memaparkan rencana pengembangan proyeknya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Achmad Umar (tengah berbaju batik black and white), Presiden Direktur PT Bhumyamca Sekawan, pengembang proyek properti terpadu Cibis Business Park (12 ha) di Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, sedang memaparkan rencana pengembangan proyeknya kepada wartawan di Jakarta, Rabu (5/9/2018).

Hal itu dikatakan Achmad Umar, Presiden Direktur PT Bhumyamca Sekawan, pengembang proyek properti terpadu (mixed use) Cibis Business Park (12 ha) di koridor bisnis Jalan TB Simatupang, Cilandak, Jakarta Selatan, usai meneken kesepakatan sewa dengan Direktur Operasi dan IT Bank HSBC Indonesia John Rosie di lokasi proyek, Rabu (5/9/2018).

Bank asal Inggris itu bersepakat membuka kantor di Cibis Nine untuk makin mendekatkan diri dengan target pasarnya kalangan muda. Cibis Nine adalah salah satu menara perkantoran yang sudah jadi dan beroperasi sejak akhir 2016 di Cibis Business Park.

“Pasar memang masih lesu, tapi bisnis kan harus terus berjalan. Jadi, sesuaikan saja (pengembangan proyek dengan keadaan), misalnya pengembangannya dibuat lebih slow tapi dengan tetap menawarkan produk yang berkualitas,” kata Achmad.

Ia menunjukkan contoh Cibis Nine yang dikembangkan saat pasar lesu tahun 2014 dan selesai akhir 2016. Tingkat huniannya bisa tetap tinggi karena proyek dikembangkan dengan konsep, fasilitas, dan infrastruktur kekinian. “Sekitar 70 persen ruangnya sudah tersewa dalam arti sudah tanda tangan kontrak. Kalau dihitung dengan yang masih berupa paper (negosiasi) bahkan sudah 100 persen,” ungkapnya.

Sebagian penyewanya perusahaan multinasional seperti Mercedes, Fullerton Health, Entrepose, Epson, Otis, Herbalife, Dupon, dan Syngenta selain yang terbaru HSBC, serta perusahaan besar nasional seperti Bank Mandiri dan lain-lain.

Untuk ruang yang disewakan Cibis Nine mematok base rent yang cukup bersaing untuk segmen perkantoran di kelasnya, yaitu Rp230 ribu/m2/bulan dan service charge Rp65.000/m2/bulan, dengan ukuran ruang yang bisa disewa mulai dari 134 m2 semi gross.

Ia mengakui, kendati sudah 70 persen tersewa, dalam situasi pasar seperti sekarang, cash flow pengembang tidak sebagus saat pasar booming karena cara bayar yang ditawarkan kepada penyewa juga harus spesial. “Tapi, dari dulu bisnis properti kan seperti itu. Tinggal bagaimana kita mengelolanya,” ujar Achmad.

Cibis Business Park yang berlokasi sejajar dengan markas besar Marinir TNI AL dan Transmart Carrefour Cilandak itu, bisa diakses dari Jalan TB Simatupang dan dari Jalan Cilandak KKO. Koridor bisnis TB Simatupang hingga RA Kartini yang menjadi lokasi proyek dilintasi jalan tol, busway dan MRT. “Salah satu pintu tol itu berada persis di depan Cibis Business Park. Jadi, lokasi kita mudah dicapai dari pusat kota dan seluruh penjuru megapolitan Jabodetabek termasuk bandara Soekarno Hatta dan Halim Perdanakusuma,” kata Achmad.

Cibis Business Park akan mengembangkan sembilan menara properti dengan total investasi Rp4 triliun. Yaitu, tujuh menara perkantoran serta dua menara apartemen servis dan strata dengan total luas mencapai 400.000 m2 dan perkiraan populasi 40.000 orang, dilengkapi ruang terbuka hijau seluas 1 hektar, sarana ibadah, fasilitas olah raga, serta ritel dan F&B dengan konsep green, urban, dan modern. “Ini proyek tempat orang work, live, dan play di satu lokasi,” tukas Achmad.

Tahap pertama sudah dikembangkan dan beroperasi menara perkantoran Cibis Nine (16 lantai/60.000 m2) dilengkapi paviliun F&B “The Veranda” yang sudah diisi 56 penyewa. Proyek rancangan firma arsitek asal Inggris ini telah memperoleh sertifikasi green building LEED Platinum dalam kategori Core and Shell.

Selain disewakan, sekitar 20 persen ruangnya juga dijual putus (strata title) seharga Rp35 juta/m2 dengan luas ruang mulai dari 134 m2 semi gross dan maintenance fee Rp50.000/m2/bulan semi gross sudah termasuk sinking fund.

Di luar itu di lantai 11 juga ada Matrix Smart Suite berupa ruang-ruang kantor berukuran lebih kecil mulai dari 30 m2 semi gross dilengkapi ruang meeting bersama dan fasilitas lain, yang cocok untuk usaha rintisan (start up company) atau usaha dengan jumlah karyawan minimal.

Unit di Matrix Smart Suite dijual mulai dari Rp1,5 miliar sudah termasuk PPN dengan maintenance fee Rp70.000/m2/bulan semi gross sudah termasuk sinking fund. “Pengembangan Cibis Business Park tahap berikutnya kita targetkan bisa dimulai tahun 2019,” kata Achmad.

Lihat tampilan baru di housingestate.id

housing-estate.com