Pengantin Baru Sebaiknya Beli Atau Sewa Hunian?

Big Banner

 

Foto: Rumah123/Getty

 

Menikah, setelah itu kamu tinggal di mana? Nebeng tinggal sama ortu, beli rumah, ataukah sewa aja dulu? Ya, jawabannya sih tergantung kondisi kamu tentunya. Kalau tinggal sama ortu gak memungkinkan, berarti alternatifnya tinggal dua, yakni beli atau sewa hunian.

Yang enak sih tentunya beli. Dengan gitu kamu dan pasangan punya tempat tinggal sendiri. Tapi, kamu dan pasangan kudu mencek kemampuan finansial berdua. Berikut arahan dari Perencana Keuangan Prita Hapsari Ghozie dari ZAP Finance, seperti dikutip dari Detik.com, Sabtu (25-11-2017) tentang apakah sebaiknya pengantin baru membeli atau menyewa hunian:

Baca juga: Desain Rumah Pengantin Baru, Kayak Apa Ya?

KALAU BELI HUNIAN

Berapa besar kemampuan kamu dan pasangan membayar uang muka?

Sekarang ini beli hunian bisa tanpa uang muka (DP) sesuai kebijakan Bank Indonesia. Tapi, sebenarnya lebih baik pake DP kalau beli hunian. Katakanlah butuh DP 30% dari harga jual hunian berikut biaya-biaya lainnya. DP sebaiknya gak dicicil, tapi udah dipersiapkan sebelumnya. Berapa besar DP? Semisal kamu mau beli hunian seharga Rp750 juta, maka kamu butuh dana DP sebesar Rp225 juta.

Berapa besar kesanggupan kamu dan pasangan mencicil pinjaman?

Setiap bulan kamu harus mengalokasikan 30% penghasilan kamu dan pasangan untuk membayar cicilan Kredit Pemilikan Rumah/Apartemen (KPR/A) dengan kondisi gak ada cicilan kredit yang lain. Kalau hunian yang akan kamu beli seharga Rp750 juta, dengan tenor 15 tahun dan perkiraan suku bunga 10% per tahun, maka cicilan bulanan menjadi Rp5,6 juta. Nah, kamu dikatakan memiliki kemampuan itu jika penghasilan keluarga (kamu dan pasangan) minimal sebesar Rp19 juta.

Baca juga: 5 Langkah Supaya Pengantin Baru Bisa Cepet Punya Rumah

Siapkah membayar biaya-biaya yang lain?

Punya rumah sendiri berarti kamu harus siap membayar berbagai biaya. Pos biaya yang harus disipakan yakni biaya: bulanan, pajak, dan biaya renovasi berkala. Biasanya biaya bulanan akan menghabiskan porsi hingga 5% dari penghasilan bulanan. Sedangkan biaya pajak dan renovasi berkala dapat diambil dari penghasilan gak rutin semisal bonus tahunan.

Di mana lokasi hunian yang akan dibeli?

Sebaiknya kamu beli hunian yang lokasinya berdekatan dengan fasilitas umum yakni rumah sakit, supermarket, stasiun KA, terminal, dan sekolah untuk anak kelak. Biaya transportasi bisa besar sekali kalau lokasi hunian terlalu jauh dari tempat kerja. Apalagi untuk jangka waktu lama, total biaya transportasi bisa gede sekali.

KALAU SEWA HUNIAN

Kalau ternyata keuangan kamu dan pasangan belum cukup untuk bisa beli rumah, ya terpaksa sewa hunian dulu. Berikut ini hal-hal yang kamu harus perhatikan:

Lokasi kontrakan sebaiknya berdekatan dengan lokasi kerja. Hal ini untuk menghemat biaya transportasi.

Baca juga: Konsep Rumah Pengantin Baru, Kamu Pilih yang Mana?

Biaya untuk kontrakan rumah dapat diambil dari penghasilan bulanan. Usahakan agar biaya kontrak bulanan hanya maksimal sebesar 20% dari penghasilan bulanan. Sambil mengontrak hunian, aturlah keuangan agar kamu dan pasangan bisa menyisisihkan penghasilan per bulan untuk tabungan uang muka beli hunian.

Targetkan berapa lama kamu akan menyewa hunian, semisal paling lama 5 tahun saja. Hal ini agar kamu dan pasangan bersemangat untuk menabung agar bisa membeli rumah. Begitu lahir anak, lebih baik kamu sudah punya rumah sendiri.

rumah123.com

Large Rectangle
Large Rectangle

Share

Follow Me